Sekda: PNS Jangan Tergiur Kredit

  • 05-06-2018 / 09:56 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Sekda: PNS Jangan Tergiur Kredit SELAMAT: Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto memberikan ucapan selamat kepada 25 ASN yang sudah diangkat menjadi PNS. (IPUNG PURWANTO/MALANG POST)

MALANG – Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di lingkungan Pemkot Malang harus memiliki pemikiran progesif, kreatif dan inovatif, karena tantangan ke depan makin kompleks. Jadi PNS juga akan mudah tergiur dengan kemudahan kredit yang banyak ditawarkan lembaga keuangan dan perbankan.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto dalam pengambilan sumpah 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

”Sekarang sudah memiliki SK. Tapi pesan saya, jangan kemudian SK tersebut menjadi kemudahan mengajukan kredit. Kredit itu boleh, asalkan tidak digunakan untuk konsumsi sesaat,” ujar Wasto di ruang sidang Balai Kota Malang, kemarin.

Mantan Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang itu menegaskan, dia tidak ingin PNS di Kota Malang terlunta-lunta lantaran harus membayar beragam cicilan kredit. ”Kita ini hanya diajari berhutang saja, karena banyak lembaga keuangan yang datang ke kita. Tapi kita ini tak diajari caranya membayar. Akibatnya, saat jatuh tempo pembayaran kredit, kebingungan,’’ ungkapnya.

Karena itu, Wasto berpesan kepada PNS yang sudah diambil sumpah/janjinya untuk menunjukkan komitmen dan tanggung jawab moral atas konsekuensi pengangkatan menjadi PNS di Pemerintah Kota Malang.

”Tidak semua orang  memperoleh kesempatan tersebut. Sehingga wujudkanlah rasa syukur saudara dalam bentuk semangat dan kinerja terbaik, kinerja yang profesional," tegasnya.
Ditambahkannya, pengambilan sumpah/janji sumpah/janji merupakan hal yang sangat penting serta ikrar dalam melaksanakan tugas, yang untuk menjamin tugas kedinasan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan atau institusi saja, namun juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu 25 PNS yang kemarin diambil sumpah/janjinya merupakan tenaga kesehatan 22 orang, dan tiga orang dari program THL-TB penyuluh pertanian Kementerian Pertanian. ”22 orang ini adalah bidan, mereka selama ini bertugas di puskesmas-puskesmas,’’ ungkapnya.

Sedangkan untuk para penyuluh pertanian, Wasto menekankan kepada mereka untuk tidak sekadar menjadi penyuluh belaka. Tapi mereka juga dapat menjadi petani yang baik.

Disinggung apakah para PNS yang telah diambil sumpah/janjinya kemarin mendapatkan THR? Wasto mengaku belum tahu. Kepada Malang Post dia mengaku belum mendapatkan laporan dari BPKAD. ”Ini yang belum tahu, nanti saya tanyakan dulu kepada BPKAD ya,’’ urainya. (ira/aim)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA