Peringatan HAN Kota Batu, Menyanyi hingga Menarik Berkostum Unik

  • 01-05-2018 / 22:07 WIB - Editor: febri s
  • Uploader:irawan
  • dibaca:242
Peringatan HAN Kota Batu, Menyanyi hingga Menarik Berkostum Unik Peserta menampilkan berbagai tarian secara kompak dengan mengenakan seragam unik di Balai Kota Among Tani, kemarin. (Ipung Purwanto/Malang Post)

BATU - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Batu berlangsung meriah di Balai Kota Among Tani, Senin (30/4) kemarin. Even yang digelar Dinas Pendidikan Kota Batu ini tidak hanya dirayakan siswa TK/RA, tetapi juga diikuti tenaga pendidik TK/RA. Mereka memeriahkan HAN dengan berbagai lomba.  

 

Lomba yang diikuti anak-anak ini mulai finger printing atau melukis dengan jari tangan bertujuan menguji perkembangan motorik hingga lomba menari dan menyanyi bersama dengan kostum unik. Sedangkan untuk guru TK/RA ada lomba senam irama, KBSPS lomba mendongeng dan karya nyata juga ikut meramaikan perayaan HAN. Pesertanya, setiap perlombaan terdiri dari 18 anak atau guru TK/RA terbagi dari tiga kecamatan yang mengirimkan tiga wakilnya.

 

Kasi Paud Bidang PNF Dinas Pendidikan Kota Batu, Siti Chotipah mengatakan, perlombaan yang digelar ini bertujuan agar anak-anak bisa memacu perkembangan motorik dan berimajinasi bebas. "Sedangkan untuk tenaga pendidik, melalui lomba karya nyata bertujuan agar guru memiliki ide dan metode pembelajaran baru agar anak merasa nyaman dan senang saat belajar," ujar Siti kepada Malang Post.

 

Sementara itu peserta dari SPS Badiatul Huda Temas, Titin Ismiati ikut dalam karya nyata membuat metode pembelajaran yang berhubungan dengan karakter, holistik integratif atau pendidikan menyeluruh.

 

"Tema yang saya bawa, penanaman pembiasaan spiritual, karakter dan holisti. Saya ingin menanamkan pada anak tentang ibadah bertujuan anak mampu berdoa setelah selesai belajar," bebernya.

 

Dari hal tersebut, lanjut Titin, harapannya anak mampu menghadapi masa dewasanya. Menurutnya, penanaman nilai moral dan agama menjadi bagian dan pondasi anak untuk mengahadapi globalisasi. "Karakter itu sendiri nantinya jadi pondasi bagi anak. Karena saat ini anak-anak sulit mencari sosok yang bisa dicontoh," paparnya.

 

Ia juga mencontohkan, misalnya karena kesibukan dan kurang perhatian dari orang tua. Apalagi dengan perkembangan teknologi sehingga berdampak pada kurangnya kepercayaan orang tua kepada anak dan sebaliknya.

 

Tak hanya itu, untuk meningkatkan semangat dan prestasi peserta, pemenang tiap lomba mewakili Kota Batu ditingkat Provinsi Jatim. Dalam pelaksanaanya, Dinas Pendidikan memberikan pembinaan untuk mempersiapkan materi agar bisa meraih prestasi. (eri/feb)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA