Masuk Pesantren, Siapkan Rp 38 Juta

  • 01-05-2018 / 23:31 WIB - Editor: Dewi Yuhana
  • Uploader:slatem
Masuk Pesantren, Siapkan Rp 38 Juta Gedung Tazkia IIBS Dau dengan desain megah menjadi ikon tersendiri. (Ipunk Purwanto/Dicky Bisinglasi/Malang Post, tazkia for malang post)

itu, juga menjadi bukti hasil pendidikan Tazkia yang menerapkan sistem pesantren unggul dan berstandar internasional. Dengan sistem manajemen berbasis ISO, membuat pesantren ini terlihat semakin modern dalam mengikuti perkembangan pendidikan.

Tazkia mengikuti perkembangan teknologi dan kurikulum melalui proses kegiatan pembelajarannya. Menerapkan sistem yang ada pada pesantren salaf (tradisional) dan mengintegrasikan sistem pesantren modern.  “Mempertahankan kaidah ushul fiqih dengan menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik,” kata Muhammad Rajab. 

Selain masih mengaji kitab kuning, di lingkungan IIBS Tazkia memiliki adab ta’dib. Ketika bertemu guru harus sopan dan mencium tangan. “Sedangkan untuk sistem modern dari segi manajemen dan kurikulum,” ungkapnya.

IIBS Tazkia berstandar internasional dengan menerapkan kurikulum holistik dan seimbang. Kurikulum tersebut meliputi kurikulum Alquran, Islamic Foundation, Nasional (Dinas Pendidikan), bahasa berupa Bahasa Arab dan Inggris, dan life skill. Selain itu dilengkapi kurikulum internasional yakni Kurikulum Cambridge. 

“Selama empat tahun berjalan, kami sudah menerapkan Kurikulum Cambridge. Untuk kurikulum diniyah dari Al Azhar akan diterapkan pada tahun ajaran baru nanti. Seluruh kurikulum bersifat penting, kami menata sistem yang terintegrasi (perpaduan). Jadi, penerapan saat pembelajaran di kelas langsung dipadukan dari beberapa kurikulum tersebut. Seperti pembelajaran dengan kurikulum nasional dan Cambridge jadi satu yang padu,” paparnya.   

Dia menambahkan, 30 sampai 40 persen SDM pengajar Tazkia merupakan S1, S2, dan S3 lulusan luar negeri mulai dari Kairo, Riyadh, Maroko, Tunisia, Sudan, Malaysia, Yaman, hingga Inggris. Untuk native speaker dari luar negeri sejumlah 4 orang. “Rinciannya, 3 orang untuk pembelajaran Bahasa Arab dan satu orang untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang merupakan lulusan dari Libya,” bebernya.

Santri Tazkia IIBS merupakan siswa pilihan yang telah lolos seleksi. Mulai dari tes akademik, Alquran (kemampuan menghafal Alquran), tes kesehatan, psikotes, tes calon santri dan calon wali santri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia  bahkan luar negeri. “Dari luar negeri yakni dari Thailand, Australia dan Qatar,” jelasnya Muhammad Rajab. 

 

Santri SMP Hafal 13 Juz
 

Sementara itu, Humas dan Sekretariat SMP/SMA Al Izzah IIBS Kota Batu, Muhammad Mahfudz Irwan, S.S mengatakan, pihaknya menerapkan sistem pendidikan yang memprioritaskan akhlak sebagai yang utama. Baik proses pendidikan, pembelajaran, pembinaan dan pembiasaan.

“Untuk mewujudkan hal itu, kami memiliki program yang berbeda. Untuk SMP kami  menerapkan kurikulum nasional atau K13, kurikulum pesantren, kurikulum Cambridge dan Hafalan Alquran 7-13 Juz,” papar Mahfudz kepada Malang Post.

Sedangkan untuk SMA juga sama. Hanya saja yang membedakan adalah program TOEFL, program suskses masuk PTN dan hafal Alquran 15 Juz. Dari program yang ditawarkan tersebut, siswa berhak memilih sebelumnya dengan mengikuti test terlebih dahulu.”Setelah mengetahui hasil dan kemampuan akan dipisahkan sesuai kelasnya,” jelasnya. 

Ia menguraikan, untuk hasil pengajaran maksimal setiap kelasnya diisi maksimal 32 siswa. Dengan jumlah 388 siswa SMP dan 292 siswa SMA.  Tak berbeda dengan kualifiskasi pengajarnya. SMP dan SMA Al Izzah saat ini memiliki tenaga pengajar dengan latar belakang pendidikan S1 dari berbagai perguruan tinggi negeri dan pondok pesantren. Di antaranya Lirboyo, Al Amin hingga Gontor.

Dengan sitem pengajaran hingga kurikulum yang terapakan, Al Izzah mampu menghasilkan  banyak prestasi. Mulai dari tingkat provinsi, nasional hingga internasional. Sedangkan untuk tingkat SMP,selain prestasi akademik sebanyak 80 persen santri lolos seleksi kampus favorit pada 2017. “Tidak hanya itu, ada beberapa dari santri kami yang melanjutkan kuliah di luar negeri seperti Al Azhar Mesir sebanyak lima orang,” imbuhnya.

Dengan berbagai prestasi yang diraih para santri dari SMP dan SMA Al Izzah secara tidak langsung berpondasi dari tradisi yang dibangun setiap harinya. Karena dalam pengembangannya, sekolah sekaligus pesantren ini menerapkan Tri Dharma Pondok pesantren. Yaitu pembinaan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, pengembangan keilmuan dan keahlian yang bermanfaat serta pengabdian pada agama, masyarakat dan negara. (mg3/eri/van/han) 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA