Masuk Pesantren, Siapkan Rp 38 Juta

  • 01-05-2018 / 23:31 WIB - Editor: Dewi Yuhana
  • Uploader:slatem
Masuk Pesantren, Siapkan Rp 38 Juta Gedung Tazkia IIBS Dau dengan desain megah menjadi ikon tersendiri. (Ipunk Purwanto/Dicky Bisinglasi/Malang Post, tazkia for malang post)

atau K13, kurikulum pesantren, kurikulum Cambridge dan Hafalan Alquran 7-13 Juz,” papar Mahfudz kepada Malang Post.

Sedangkan untuk SMA juga sama. Hanya saja yang membedakan adalah program TOEFL, program suskses masuk PTN dan hafal Alquran 15 Juz. Dari program yang ditawarkan tersebut, siswa berhak memilih sebelumnya dengan mengikuti test terlebih dahulu.”Setelah mengetahui hasil dan kemampuan akan dipisahkan sesuai kelasnya,” jelasnya. 

Ia menguraikan, untuk hasil pengajaran maksimal setiap kelasnya diisi maksimal 32 siswa. Dengan jumlah 388 siswa SMP dan 292 siswa SMA.  Tak berbeda dengan kualifiskasi pengajarnya. SMP dan SMA Al Izzah saat ini memiliki tenaga pengajar dengan latar belakang pendidikan S1 dari berbagai perguruan tinggi negeri dan pondok pesantren. Di antaranya Lirboyo, Al Amin hingga Gontor.

Dengan sitem pengajaran hingga kurikulum yang terapakan, Al Izzah mampu menghasilkan  banyak prestasi. Mulai dari tingkat provinsi, nasional hingga internasional. Sedangkan untuk tingkat SMP,selain prestasi akademik sebanyak 80 persen santri lolos seleksi kampus favorit pada 2017. “Tidak hanya itu, ada beberapa dari santri kami yang melanjutkan kuliah di luar negeri seperti Al Azhar Mesir sebanyak lima orang,” imbuhnya.

Dengan berbagai prestasi yang diraih para santri dari SMP dan SMA Al Izzah secara tidak langsung berpondasi dari tradisi yang dibangun setiap harinya. Karena dalam pengembangannya, sekolah sekaligus pesantren ini menerapkan Tri Dharma Pondok pesantren. Yaitu pembinaan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, pengembangan keilmuan dan keahlian yang bermanfaat serta pengabdian pada agama, masyarakat dan negara. (mg3/eri/van/han) 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA