Mahasiswa Peringati Hari Buruh, Jadinya Ricuh

  • 01-05-2018 / 23:42 WIB - Editor: Dewi Yuhana
  • Uploader:slatem
  • dibaca:578
Mahasiswa Peringati Hari Buruh, Jadinya Ricuh Salah satu pendemo dari mahasiswa diamankan petugas, sebelumnya ia diduga mengolok petugas dengan kata-kata kotor di depan Balai Kota Malang. Sementara massa Front Perjuangan Buruh Indonesia justru menggelar aksi secara damai sekitar pukul 10.00, kemarin. (IRA RAVIKA/MALANG POST)

MALANG–1 Mei yang menjadi peringatan Hari Buruh Sedunia, menjadi ricuh ketika mahasiswa menggelar aksi di depan Balai Kota Malang sekitar pukul 13.00, kemarin. Uniknya, bukan buruh yang menggelar aksi itu, melainkan para mahasiswa. Aksi memperingati hari buruh di tempat yang sama, oleh para buruh betulan justru tidak ricuh.
Sebelum aksi para mahasiswa ini, tiga elemen buruh Malang Raya menggelar aksi mulai jam 09.00 sampai pukul 13.00. Nah, ketika buruh betulan itu pulang, para mahasiswa ini kemudian muncul
Tak sekadar terlibat saling dorong, sejumlah mahasiswa yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unisma ini juga sempat dikejar petugas. Beberapa mengaku dipukul petugas. Namun pengakuan tersebut langsung dibantah oleh Wakapolres Malang Kota Kompol Bambang Cristanto Utomo, yang bertanggung jawab dalam pengamanan aksi.
”Tidak ada anggota kami yang melakukan pemukulan. Memang tadi ada yang dikejar dan sempat diamankan. Tapi tidak ada yang dipukul,’’ katanya.
Ricuh ini sendiri terjadi berawal saat para mahasiswa menggelar aksi di depan Balai Kota Malang. Saat itu petugas yang melakukan pengamanan terlihat santai. Lantaran para pendemo melakukan aksi dengan damai, yaitu dengan melakukan orasi dan menggelar teatrikal. 
Namun, suasana menjadi panas seiring para peserta aksi meminta masuk gedung Balai Kota Malang, dan itu ditolak petugas, karena gedung dalam kondisi kosong.
Mendapat penolakan, peserta aksi pun nekat. Mereka pun maju satu langkah, untuk kemudian mendorong petugas yang melakukan pengamanan. Sementara petugas pun sigap. Mereka tetap bertahan, dan menghalangi para mahasiswa untuk masuk. 

Mahasiswa Peringati Hari Buruh, Jadinya Ricuh

Saat aksi saling dorong itu terjadi, salah satu perwira polisi pun berbicara dengan salah satu perwakilan aksi, yang menanyakan izin aksi, serta izin masuk ke dalam gedung. Namun demikian, para peserta aksi ini hanya bisa mengatakan memiliki izin untuk melaksanakan aksi, dan mereka mengaku tak memiliki izin masuk ke dalam gedung Balai Kota Malang.
Mendapati hal itu, perwira polisi ini langsung meminta peserta aksi untuk mengurungkan niat masuk dan dengan baik-baik meminta mereka bubar. Tapi saya, permintaan polisi itu tak diindahkan. Sebaliknya, salah satu peserta aksi berteriak dan mengolok petugas dengan kata-kata kotor. 
Olokan inilah yang kemudian memicu emosi petugas, yang seketika memegang memegang si wanita pengolok untuk diamankan. Tindakan petugas ini tentu

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA