Jelajah Kemegahan Lima Masjid di China

  • 09-06-2018 / 10:45 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Jelajah Kemegahan Lima Masjid di China 4. Taj Mahalnya China, masjid di China Hui Nationality Cultural Park yang bangun untuk menggambarkan kebesaran islam melalui suku hui di China. (Zakiya Arifa for Malang Post)

MELIHAT bahasa dan agama seluas-luasnya sampai ke negeri China, Zakiya Arifa dosen sekaligus ketua Chinese Language and Culture Center (CLCC) UIN Maliki beruntung mewakili Indonesia berkunjung ke Kota Yinchuan propinsi Ningxia, China. Berkesempatan belajar bahasa mandarin di universitas Ningxia International Language College, dia mengamati kekuatan atas kebudayaan dan peradaban islam, khususnya masjid.

 

1. Masjid Joglo, Foyou Masjid Shanghai

Salah satu masjid tertua di China yang berhasil dikunjungi Zakiya Arifa yakni Foyou Masjid Shanghai yang jaraknya 0,5 km dari pusat kota. Didirikan pada dinasti Qing, tepat di jalan Foyou, bangunan ini tampak megah dengan tiang-tiang tinggi dari kayu yang memukau membuat pengunjung masjid berasa seperti di joglo. Tak susah berkunjung di masjid Foyou, sebab masjid ini berada dekat dengan you garden yang merupakan tempat wisata daerah setempat.   

“Di sana bersih sekali, masjid tampil semakin klasik dengan dominasi kayu penyangga. Bahkan saya juga bertemu dengan orang Palembang yang beribadah di sana. Hanya saja, kebanyakan penduduk di sana hanya mahir berbahasa mandarin,” ulas wanita berkacamata ini.

Bangunan yang sebenarnya tak tampak seperti masjid ini, dilengkapi dengan kantor pertemuan dan perpustakaan. Disekat dengan ruang kajian yang membantu para pengunjung masjid yang ingin sejenak membaca buku-buku agama di sana.

“Meski interior kental dengan China, saya yakin ini masjid saat di dalamnya terpasang waktu salat dan banyaknya kaligrafi. Ruangannya begitu asri, membuat saya nyaman,” imbuhnya.

2. Male and Female, Shanghai Xiaotaoyuan Mosque

Masjid kedua yang berlokasi di perempatan jalan, sekitar satu km arah selatan dari masjid Foyou. Zakiya Arifa menceritakan, dari jauh masjid ini sudah tampak dengan kubahnya yang besar didominasi gedung warna putih gading. Masjid ini memiliki keunikan karena bangunan terpisah menjadi dua bagian untuk wanita dan laki-laki.

Dibangun pada 1917, masjid untuk laki-laki dibangun terlebih dahulu, selanjutnya masjid untuk wanita sekitar tahun 1920. Masjid yang berlokasi di area perumahan penduduk ini telah direnovasi pada 1925. Dibanding dengan masjid Foyou, Shanghai Xiaotaoyuan Mosque ini lebih besar gedung dan tempat wudhunya. Seperti kekhasan masjid di China lainnya, masjid ini juga dilengkapi dengan ruang kajian dan perpustakaan.

“Cenderung sepi pengunjungnya saat itu, kemungkinan karena belum banyak yang tahu adanya masjid tersebut. Tapi menurut warga di sana, saat idul fitri pelaksanaan salatnya dipenuhi warga hingga jama’ah

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA