Media Menata Ummat

  • 02-05-2018 / 23:27 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:angga
  • dibaca:746
Media Menata Ummat ilustrasi

Oleh Derry Lorenza

Mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya

Pengurus Penelitian di Pusat Kajian Inovasi Kelembagaan dan Pemerintah Daerah (PUSPIDA) FISIP Universitas Brawijaya

 

Istilah media berasal dari kata Latin (tunggal: medium-ii) yang berarti sesuatu “di antara”. Selain itu, juga bermakna sesuatu yang “muncul secara publik”, “milik publik”, atau “mediasi” dan karenanya merujuk pada sebuah ruang publik sebuah locus publicus. Demikian, esensi dari media tidak bisa dipisahkan dari persoalan antara ranah publik dan privat, yang kerap kali problematis. Media memediasi kedua ranah itu untuk mencari kemungkinan (atau ketidakmungkinan) terhadap hidup bersama. Dalam hal ini, apa yang membentuk media terentang cukup luas mulai dari ruang fisik seperti lapangan, teater, dan tempat-tempat pertemuan, hingga non-fisik sepert: surat kabar, radio, televisi, internet, dan ruang untuk interaksi sosial. Wujud non-fisik inilah yang paling banyak dirujuk.

Partisipasi dalam sistem tata kelola, sejak lama telah dipandang sebagai tonggak demokrasi (Arnstein, 1969). Terlebih lagi, masyarakat yang sungguh demokratis bersandar pada masyarakat sadar informasi yang mampu membuat pilihan-pilihan politis. Oleh sebab itu, akses terhadap informasi tidak hanya menjadi hak dasar warga, tetapi juga sebuah prasyarat dari demokrasi itu sendiri (Joseph, 2005). Dalam hal ini, media menanggung tugas yang sangat penting dalam melindungi dan memberdayakan warga dalam pemenuhan hak dengan mempertahankan karakter publiknya dan menyediakan ruang bagi keterlibatan masyarakat. Media berperan sentral dalam masyarakat saat ini. Melalui media, informasi, pandangan, gagasan dan wacana saling dipertukarkan dan kemajuan masyarakat juga tercermin di dalamnya. Dalam masyarakat modern, media tertanam secara mendalam di dalam kehidupan sosial: tidak ada perkara sosial yang tidak melibatkan media.

Sebagai sebuah perantara antara ranah privat dan publik, media membentuk sebuah sarana ampuh untuk propaganda karena kemampuannya dalam mengatur opini publik. Meskipun fungsi media tidak hanya demi memproduksi propaganda, fungsi ini adalah aspek yang sangat penting dari seluruh layanan media. Kegunaan sosial media adalah untuk menanamkan dan mempertahankan agenda ekonomi, politik dan sosial dari kelompok-kelompok tertentu yang mendominasi masyarakat domestik dan negara. Media melayani tujuan ini dalam berbagai cara: melalui seleksi topik, penyebaran keprihatian, pembingkaian isu, penyaringan informasi, aksentuasi dan penekanan pada suatu berita, serta dengan menjaga agar perdebatan tetap terjadi dalam batasan yang dapat batas-batas yang diterima.

Dalam dunia kapitalis dewasa ini, apa yang

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA