Alat Semprot atau Inhaler Bagi Penderita Asma

  • 10-06-2018 / 11:22 WIB - Editor: Mahmudi
  • Uploader:irawan
Alat Semprot atau Inhaler Bagi Penderita Asma

Penggunaan alat semprot atau inhaler bagi penderita asma atau sesak nafas saat berpuasa apabila terdapat materi obat yang mengalir meski sangat sedikit, bila sampai tertelan menurut ulama salaf dapat membatalkan puasa.

Menurut Wahbah Zuhaili, partikel kecil yang masuk saat penggunaan inhaler tidak bisa disamakan dengan debu atau udara yang membawa partikel kecil saat mulut terbuka dan ada sesuatu yang masuk kedalam tubuh, karena hal ini tidak bisa dihindari atau umumul balwa.

Penggunaan obat saat penderita kambuh tidak berdosa karena ia menggunakan dalam posisi darurat. Namun bila mampu menahan dan tidak membahayakan kondisinya dianjurkan untuk menahan hingga waktu berbuka. Mengenai kewajiban mengqadla’ sebagaimana isyarat dalam surat al-Baqarah ayat 185 apabila sembuh maka ia wajib mengqadla’nya. Apabila belum sembuh dan tidak bisa diharapkan sembuh maka ia tidak wajib mengqadla’nya, namun diharuskan memberi makan orang miskin setiap harinya satu mud atau berkisar 6,7 ons beras. Pendapat ini disepakati oleh mayoritas ulama Mazhab Syafii.

Dalam Fatawi Syar’iyah dinyatakan bahwa dalam inhaler/alat semprot terdapat percikan air lembut yang sampai kedalam pencernaan. Karena itu penggunaan inhaler dapat menyebabkan membatalkan puasa. Pengguna inhaler harus mengqadla’ puasanya dan tetap menahan diri dari makan minum pada hari dia menggunakan inhaler. Pada saat sembuh ia wajib mengqadla’nya. Bila tidak bisa sembuh secara sempurna ia wajib mengqadla’ saat memungkinkan.

Lajnah al-Daimah al-Ilmiyah bi al-Suudiyah tidak menganggap penggunaan inhaler sebagai sesuatu yang membatalkan puasa. Menurut mereka inhaler tidak bisa disamakan dengan makanan atau minuman. Obat yang masuk dari inhaler langsung mengalir ke paru-paru tidak masuk ke dalam pencernaan.

Seikh Usamah al-Khalawi salah satu ulama yang menyepakati pendapat lajnah ini mempertanyakan apakah seseorang yang menghirup obat dari hidung hingga ada partikel terkecil masuk kedalam tubuh melalui saluran pernapasan juga membatalkan puasa?

Ulama Syafiiyah pada masalah-masalah tertentu dimana seorang yang berpuasa tidak mungkin menghindari masuknya sesuatu kedalam tubuh, berpendapat bahwa hal itu dimaafkan. Sebagaimana pendapat Imam Zakaria al-Anshori yang menyatakan bila penderita ambeien memasukkan kembali wasir yang keluar dari dubur tidak membatalkan puasa karena darurat.

Sheikh Abdullah Ibn Mahfudz al-Haddad menyatakan alat semprot yang mengandung obat, meski saat digunakan mengeluarkan sejenis udara, orang yang berpuasa harus berusaha menghindarkan agar udara yang keluar dari alat semprot tidak tertelan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA