Tiga Wanita Kena Tipu PT KIS, Salah Satunya Warga Araya

  • 02-05-2018 / 23:43 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:angga
  • dibaca:489
Tiga Wanita Kena Tipu PT KIS, Salah Satunya Warga Araya TUNJUKKAN BUKTI: (kiri-kanan) Ratih Mustika Ningrum, Fatimatuz Zahra dan Ira Muskandi Dewi mendatangi Polres Malang Kota untuk melakukan laporan.(ist)

MALANG-Tiga wanita mengadukan PT. Karya Indah Sukses (KIS) atas dugaan penipuan, Rabu (2/5) kemarin siang. Mereka mendatangi Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Kota untuk melaporkan dugaan penipuan yang berbeda.  Kasus yang pertama mengenai pembelian bedak Pasar Blimbing, sedangkan kasus kedua terkait dugaan penipuan investasi tambang.

Para terduga korbannya PT KIS adalah Ratih Mustika Ningrum, 44 warga Perumahan Araya dan Ira Muskandi Dewi, 48 warga Pakis, Kabupaten Malang. Mereka mendatangi Polres Malang Kota didampingi oleh sang pengacara, yakni Fatimatuz Zahra, SH.

Kepada Malang Post, pengacara yang akrab disapa Zahra tersebut berniat melaporkan PT. KIS terkait dugaan penipuan. Namun, karena berkas tersebut kurang lengkap, ia akan segera kembali ke Polres Malang Kota.

“Rencananya besok (hari ini) kami akan melaporkan ke pihak kepolisian. Kami akan melengkapi beberapa berkas. Kami bertindak seperti ini karena tidak ada itikad baik dari PT KIS,” tegas dia.

Garis besarnya, Zahra menjelaskan, sekitar tahun 2015, Ratih melakukan pembelian dua bedak di Pasar Blimbing. Dua bedak tersebut adalah satu unit kios yang dijual seharga Rp 380 juta dan satu unit foodcourt yang dijual seharga Rp 680 juta.

“Kemudian, Ibu Ratih sudah menyetorkan uang sebesar Rp 100 juta. Ada beberapa transaksi yang masih tertinggal. Nanti kami akan cocokkan dengan bukti print out dari bank,” beber dia.

Perempuan berambut panjang tersebut menjelaskan, untuk mendapatkan kios yang sudah dibelinya tersebut, butuh waktu sekitar satu tahun. Perkiraan awal, tahun 2016 sudah bisa dibangun. Namun, hingga saat ini masih belum ada progress apapun.

“Ibu Ratih juga sudah berusaha melayangkan dua kali somasi tertulis untuk membatalkan pemesanan jual beli, namun tidak ada respons. Kemudian, Ibu Ratih mencoba telepon dan juga layangkan surat ke PT.KIS masih tidak ada tanggapan juga,” jelas dia.

Zahra menyebut, berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari pihak kepolisian, sudah ada 4 laporan dan 3 pengaduan terkait PT. KIS. Sehingga, jika ditambah dua orang kliennya tersebut, jumlah kasus yang menyangkut PT. KIS berjumlah sembilan.

“Atas informasi tersebut, klien kami akhirnya memutuskan untuk melaporkan hal ini ke polisi,” kata dia.

Sementara itu, untuk kliennya yang bernama Ira, pada tahun yang sama, Ira juga bekerjasama dengan PT.KIS untuk kepentingan investasi pengolahan hasil tambang. Lokasinya, di sekitar kawasan Sumbermanjing Wetan.

“Ketika itu, dia menjanjikan laba bisa didapat

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA