Tiga Wanita Kena Tipu PT KIS, Salah Satunya Warga Araya

  • 02-05-2018 / 23:43 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:angga
Tiga Wanita Kena Tipu PT KIS, Salah Satunya Warga Araya TUNJUKKAN BUKTI: (kiri-kanan) Ratih Mustika Ningrum, Fatimatuz Zahra dan Ira Muskandi Dewi mendatangi Polres Malang Kota untuk melakukan laporan.(ist)

setelah empat kali produksi tambang, atau sekitar enam bulan, tapi ternyata tak kunjung diberikan,” beber dia.

Zahra melanjutkan, awalnya, Ira menyetor uang Rp 130 juta untuk memproduksi bahan tambang. Kemudian, ketika di tengah jalan, pihak PT. KIS meminta biaya tambahan dengan alasan ada kendala produksi. “Sehingga, total uang yang diberikan Ibu Ira berjumlah Rp 205 juta,” kata dia.

Setelah ditelusuri, ternyata lokasi yang dijanjikan tersebut fiktif. Sejauh ini, Ira mengaku tidak pernah ditunjukkan bukti izin terkait lokasi olah tambang tersebut.

Zahra menambahkan, sejauh ini, dokumen terkait bukti lelang investasi antara pihak Pemkot Malang dengan PT KIS masih belum ditemukan. “Sehingga, pihak kepolisian sedikit kesulitan untuk mengusut perkara ini,” kata dia.

Dengan adanya laporan ini, pihaknya berharap supaya bisa selesai dengan baik. “Kami berharap, segala bentuk investasi yang telah disetorkan oleh klien saya bisa diserahkan atau dikembalikan,” tegas dia.

Secara terpisah, Malang Post mencoba mengkonfirmasi pengacara PT KIS, yakni Ir. Abdul Salam, M.B.A, SH, M.Hum. Menurutnya, kasus Pasar Blimbing tersebut kuncinya adalah di Pemkot Malang. “Kebetulan saya baru masuk jadi bagian legalnya PT KIS. Saya sudah dengar masalah Pasar Blimbing itu. Tidak ada unsur penipuannya. Kami juga ingin segera bangun, hanya tinggal tunggu proses dari Pemkot,” tegas dia.

Menurut informasi yang ia dapat, hari ini (2/5), Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto mengadakan pertemuan untuk pembahasan addendum Pasar Blimbing. “Addendum tersebut harus segera diselesaikan oleh Pemkot. Sehingga, lokasi Pasar Blimbing kosong dan bisa segera dibangun. Kami juga didesak oleh pedagang untuk segera bangun. Kuncinya ada di Pemkot,” ujar dia.

Dia menjelaskan, sebetulnya, tidak ada unsur penipuan dalam pembelian bedak tersebut. Sejauh ini, PT KIS melakukan penjualan atas izin dari Pemkot. Namun, Pemkot menyerahkan pasar tersebut tidak dalam keadaan kosong. Sehingga, harus dikosongkan terlebih dahulu sebelum dibangun yang baru. “Kami ingin bangun, kami juga sudah berusaha mendesak pemkot terkait hal ini,” kata dia.

Pihaknya mengaku juga sering didesak oleh para user untuk segera membangun. Sehingga, menurutnya, perlu ada pertemuan khusus antara PT KIS dengan pihak Pemkot untuk menyelesaikan soal ini. Sehingga, masyarakat yang sudah terlanjur memiliki investasi tidak merasa tertipu sehingga melapor ke pihak yang berwajib.

“Kalau ada yang melapor, apa yang dilaporkan. Kami menggunakan mekanisme PT dan menggunakan marketing untuk melakukan penawaran,” kata dia.

Salam menegaskan, terkait pembangunan Pasar Blimbing, pihaknya masih menunggu Pemkot Malang untuk segera bergerak. “Kami tinggal menunggu Pemkot untuk segera mengosongkan pasar,” kata dia.

Sementara, untuk laporan yang dilakukan Ira Muskandi Dewi, pihaknya mengaku tidak begitu paham. “Kalau soal yang satu itu, saya tidak begitu paham. Bagian saya hanya menyangkut masalah Pasar Blimbing saja,” tandas dia.(tea/ary)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA