Hasil Sepadan, Tak Masalah Biaya Puluhan Juta untuk Masuk Pesantren

  • 02-05-2018 / 23:50 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:slatem
  • dibaca:872
Hasil Sepadan, Tak Masalah Biaya Puluhan Juta untuk  Masuk Pesantren dicky bisinglasi/MP

MALANG - Mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan anak di pesantren seimbang dengan hasilnya. Wali santri bahkan merasa bangga karena anaknya makin berprestasi. Selain itu, mereka juga lebih tenang selama anaknya di pesantren. Hal ini dialami wali santri Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) Dau dan Al Izzah International Islamic Boarding School (IIBS) Kota Batu. 

Diana Susanti, wali santri Tazkia IIBS merasa biasa saja dengan biaya yang dikeluarkan. Ibunda dari Farah Nayla Putri, siswa kelas VII SMP  Tazkia IIBS ini justru sedang bangga. Sebab putrinya lolos seleksi mengikuti olimpiade matematika di Korea pada Juli mendatang. 

“Masalah biaya, sebanding dengan yang didapatkan, sesuai ekspektasi orang tua karena kualitas amat sangat bagus,” kata warga Blimbing, Kota Malang ini. 

Selain itu, berkat asuhan di Pesantren Tazkia IIBS, Farah Nayla Putri tak pernah telat ibadah. “Saat azan, sudah buru-buru wudu. Saya berharap nantinya anak saya bisa jadi hafizah Quran berguna bagi bangsa dan negara,” kata dia.
Alasan lain, Diana memang sangat menjaga anaknya dari pergaulan bebas yang disebabkan perkembangan teknologi. “Zaman sekarang pergaulan bebas membuat orang tua susah mengawasi anak, terlebih saya dan ayahnya sibuk bekerja,” ujarnya.  

Tak beda jauh dengan Diana, Abidah Alchatib asal Gresik sekolahkan anaknya Shofia A Zaky di Tazkia IIBS karena ingin membentuk kepribadian anaknya. Di antaranya taat ibadah,  displin, tanggungjawab dan cerdas. 

“Menurut saya sangat membahagiakan hati dan penyejuk mata jika anak rajin ibadah. Jadi sangat relevan pembelajaran antara di pondok pesantren dan di rumah,” ulasnya.

Abidah memilih Tazkia sebagai lembaga pendidikan karena santri Tazkia diajarkan hingga mampu menjadi penghafal Alquran. Selain itu, dikenalkan dengan macam-macam budaya, cara bersosialisasi, dan beragam bahasa. “Tazkia juga memakai kurikulum Cambridge. Ini membuatnya  lebih unggul,” kata dia. 

Dia juga tak mempermasalahkan biaya, asal anaknya yang saat ini kelas VIII mampu beradaptasi dengan lingkungan dan peraturan pesantren. Sehingga dapat melanjutkan SMA di Tazkia IIBS sebagai pilihan idealnya untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi yang ada.  

Seperti diberitakan sebelumnya, banyak orang tua rela mengeluarkan biaya puluhan juga demi anaknya menjalani pendidikan di pesantren. Di Tazkia IIBS misalnya, harus membayar Rp 38.020.000 saat diterima. Sedangkan di Al Izzah IIBS Kota Batu biaya masuk sebesar Rp 33.850.000 hingga Rp 35.850.000.  

Begitu juga dengan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA