Pak Tua sudahlah

  • 26-04-2018 / 21:00 WIB - Editor: Husnun Djuraid
  • Uploader:slatem
  • dibaca:673
Pak Tua sudahlah foto: ist

 

Engkau sudah terlihat lelah
Pak Tua sudahlah
Kami mampu untuk bekerja
Pak Tua……

Ini adalah cuplikan bait lagu berjudul Pak Tua yang pernah populer  pada tahun 80 an. Bagi penggemar musik pada waktu itu, lagu yang dinyanyikan kelompok musik Elpamas tersebut tidak asing lagi. Elpamas kemudian menjadi salah satu band rock kenamaan di tanah air setelah menjuarai beberapa festival musik rock. Sebelum terjun ke kancah musik rock, band asal Pandaan ini bergelut dalam musik dangdut. Setelah banting stir ke musik cadas, band ini justru mendapat popularitasnya baik di atas panggung maupun di dapur rekaman.

Band ini berasal dari sebuah kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Pandaan. Maka namanya pun berasal dari plesetan Elek-elek Pandaan Mas. Salah satu pentolan band ini adalah Totok Tewel yang beberapa kali menyabet gelar gitaris terbaik dalam banyak festival musik rock. Setelah band ini tidak terdengar lagi aktifitasnya, Totok masih malang melintang bermusik dengan para pemusik top di Jakarta.

Akan halnya lagu hit Pak Tua, merupakan bentuk sindiran terhadap penguasa Orde Baru kala itu yang sudah sangat lama berkuasa. Lagu ini dianggap berani melontarkan kritik kepada penguasa Orde Baru yang represif. Lagu ini sebenarnya diciptakan oleh pemusik Iwan Fals, tapi dalam album Elpamas namanya tidak ditulis seperti biasanya tapi menggunakan nama samaran, Pitat Haeng.

Lirik protes itu rupanya diketahui oleh penguasa. Imbasnya, band ini dilarang tampil di televisi satu-satunya yang ada di Indonesia saat itu, TVRI. Tapi larangan itu tidak membuat band ini hilang popularitas, justru sebaliknya. Lagu-lagu bertema kritik saat itu banyak digemari, meskipun secara diam-diam. Iwan Fals dikenal dengan ciptaan yang mengkritik pemerintah waktu itu yang dianggap menyengsarakan rakyat.

Tanpa harus dijelaskan, sebenarnya lagu Pak Tua bercerita tentang Presiden Suharto yang kala itu ingin terus memperpanjang kekuasaannya pada usia yang semakin sepuh. Saat awal berkuasa, rakyat Indonesia menaruh harapan besar akan adanya perubahan yang lebih baik dibanding sebelumnya yang penuh sengsara. Pergolakan politik membuat Indonesia porak poranda.

Suharto dengan tangan dingin, sekaligus tangan besi, mampu membawa perubahan yang signifikan. Pelan-pelan Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam kancah internasional. Indonesia dikenal sebagai penghasil beras. Di satu sisi rakyat menikmati hasil pembangunan tapi di sisi lain pemerintah mengekang kebebasan rakyat dalam  berekspresi, termasuk

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA