Siap Tampil Habis-Habisan, Tak Usah Memikirkan Terror

  • 02-05-2018 / 23:51 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:angga
  • dibaca:550
Siap Tampil Habis-Habisan, Tak Usah Memikirkan Terror Seluruh pemain Arema Fc siap menghadapi tekanan suporter lawan saat away ke markas Persebaya Surabaya, Minggu (6/5) mendatang. (DICKY BISINGLASI/ MALANG POST)

MALANG- Pemain Arema FC siap tampil habis-habisan saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada Minggu (6/5) mendatang. Berlaga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, para pemain mengaku justru termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Aremania.

Laga antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC memang panas. Ada perseteruan kedua suporter  masing-masing tim. Namun ini tidak membuat para pemain Arema FC gentar. Mereka percaya bahwa Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persebaya dapat menjamin keamanan mereka sebagai tim tamu.

Arema diperkirakan bakal mendapat sambutan yang kurang baik dari suporter tuan rumah. Pemain Arema FC justru menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk bermain bagus saat bertanding di lapangan.

Hal itu disampaikan oleh Kapten Arema FC, Dendi Santoso yang mengatakan dirinya siap tampil habis-habisan di lapangan dan tidak memikirkan terror yang akan diberikan suporter tuan rumah terhadap para pemain Arema FC. Menurut pemain bernomor punggung 41 tersebut, laga Persebaya vs Arema merupakan laga yang penuh dengan gengsi dan emosi.

“Kita akan bermain habis-habisan di lapangan tanpa mempedulikan tekanan dari suporter mereka. Sudah hal wajar dalam sepakbola jika tim tamu mendapat tekanan dari suporter tuan rumah,” terangnya.

Bukan rahasia umum lagi jika laga antara dua klub legendaris asal Jawa Timur yang sering mengukir prestasi di kancah persepakbolaan Indonesia ini akan berjalan panas. Bukan hanya persaingan kedua tim dalam urusan memetik tiga poin. Tetapi juga aroma gengsi dua daerah antara Kota Surabaya dengan Malang Raya. Apalagi kedua tim nyaris satu windu tidak berjumpa di kompetisi resmi.

Lebih lanjut dirinya mengaku sudah terbiasa mendapat tekanan dari suporter tuan rumah saat bermain away. Apalagi dirinya memiliki pengalaman saat bertandang ke kandang Persebaya Surabaya pada tahun 2010 saat itu Arema FC bermain di Gelora 10 November Tambaksari Surabaya.

Saat itu dirinya mendapat tekanan dari suporter tuan rumah yang cukup hebat. Apalagi bus rombongan pemain Arema FC yang saat itu dilatih Robert Rene Alberts pecah akibat lemparan batu oleh oknum suporter tuan rumah.

Apalagi pertandingan besok diperkirakan juga akan semakin panas setelah sempat beredar video sweeping Bonekmania, sebutan suporter Persebaya Surabaya yang viral di media sosial. Sebagai pemain menurutnya mendapat tekanan dari suporter tuan rumah adalah hal yang wajar.

Menurutnya tekanan dari suporter lawan seperti lemparan-lemparan batu atau dicegat selama

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA