Jual Oplosan di Pasar Pakis, Berkedok Jamu

  • 03-05-2018 / 00:02 WIB - Editor: JonS
  • Uploader:irawan
Jual Oplosan di Pasar Pakis, Berkedok Jamu Petugas Satreskrim Polres Malang, menunjukkan barang bukti miras oplosan yang diamankan. (Agung Priyo/Malang Post)

MALANG – Seorang penjual jamu seduh di sekitar Pasar Pakis, harus berurusan dengan polisi. Mahmud, 54, warga Dusun Krajan, Desa Pakisjajar, Pakis ini, ditangkap Satuan Intelkam awal pekan lalu, karena menjual minuman keras (Miras) oplosan. Modusnya dengan berjualan jamu dan ginseng.

Barang bukti yang diamankan, 1,5 liter alcohol 70 persen, satu liter sisa miras oplosan dalam sebuah jirigen, dua liter sisa Miras oplosan dalam teko plastikl serta lima jirigen kosong untuk mengoplos. Semua barang bukti tersebut, disita petugas dari toko jamu milik tersangka.

“Tersangka ditangkap oleh petugas Satintelkam, kemudian diserahkan ke Satreskrim untuk proses lanjut. Sekarang yang bersangkutan sudah kami jadikan tersangka dan dilakukan penahanan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.

Mahmud, lanjut Adrian, dijerat dengan pasal 204 KUHP sub pasal 8 ayat 1 huruf I tentang, menjual, menawarkan dan membaikan Miras berbahaya bagi kesehatan orang, dan jo pasal 62 Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancaman hukumannya adalah dia atas empat tahun.

Penangkapan Mahmud ini, bermula ketika petugas mendapat informasi bahwa tersangka menjual Miras oplosan. Modus yang digunakan adalah berkedok sebagai penjual jamu sedu. Tersangka menawarkan Miras oplosan tersebut, dengan mengatakan bahwa minuman itu adalah ginseng untuk kesehatan.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian menindaklanjuti. Ternyata laporan warga memang benar, bahwa minuman yang dijual bukannya ginseng. Melainkan adalah alcohol 70 persen yang dicampur dengan air teh.

“Dia (tersangka Mahmud, red) menjual minuman keras oplosan tersebut, sudah cukup lama. Namun baru awal pekan lalu, usahanya itu terbongkar,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, tersangka Mahmud mengatakan kepada penyidik, ginseng atau miras oplosan itu, adalah campuran antara air teh dengan alcohol. Perbandingannya 10 liter air teh dicampur dengan 1 liter alcohol ukuran 70 persen.

“Minuman itu dioplos dalam satu wadah. Kemudian dijual pergelas Rp 3 ribu, atau satu liter seharga Rp 15 ribu. Miras oplosan yang dijual, mengandung methanol yang sangat berbahaya,” tuturnya.(agp/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA