Teror Barracuda, Si Entonk dan Gethuk

  • 26-04-2018 / 21:07 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
  • dibaca:731
Teror Barracuda, Si Entonk dan Gethuk foto: stenly/mp

saja, untuk sebuah kompetisi besar yang dengan barisan penyerang asing berkualitas, dibutuhkan sosok kiper yang berkelas. Menarik saat Utam sudah terpincang-pincang sebelum eksekusi penalti dilakukan oleh Maitimo, masih tetap dipertahankan, meski ada Kartika Ajie di bangku cadangan.
Hingga akhirnya, gol penentu kemenangan Madura United tercipta oleh Davronov menit 87 dan merubah kedudukan jadi 3-2.

Terlepas gol ketiga Madura United ini ada pengaruh dengan kondisi Utam, yang pasti Davronov menjebol gawang Arema dari eksekusi tendangan bebas jarak jauh. Sekali lagi, terbayang sosok Si Enthonk saat itu bisa mengamankan gawang Arema.

Begitu juga gol pertama Madura United dari tendangan bebas Greg Nwokolo, menit 42. Berhasil mengecoh Utam yang gagal melakukan antisipasi. Terkecoh dengan pergerakan Fabiano yang ikut terbang, Utam justru gagal mengamankan bola dari tendangan Greg. Padahal aksi-aksinya pada 40 menit pertama terbilang cukup bagus dalam membaca arah bola.

Hanya konsistensinya yang belum terjaga, dalam sebuah pertandingan sebesar Liga 1. Maklum dengan jam terbang di level kompetisi tertinggi ini, terbilang masih minim, Utam perlu terus berbenah. Lalu di laga berikutnya, setelah Kartika Ajie dan Utam Rusdiana, akankah kiper Joko Ribowo atau Reky Rahaya bakal mendapat giliran tampil? Yang jelas bukan Si Enthonk.

***
Jujur, secara keseluruhan permainan Arema sudah ada peningkatan, saat lawan Madura United. Sekalipun akhirnya kalah 3-2. Pasca hasil imbang 2-2 lawan Persib yang sempat berujung kericuhan di Stadion Kanjuruhan, ada motivasi tinggi pemain Arema untuk menang. Setidaknya menunjukkan permainan yang lebih berkarakter Singo Edan.

Bahkan ada keberanian tim Arema untuk melakukan perombakan formasi pemain. Sepertinya dengan membangku cadangkan pemain asing. Sebuah langkah yang tak lazim dengan memilih pemain lokal dibanding pemain asing yang harusnya memiliki kualitas di atas rata-rata. Namun justru memberi warna yang berbeda, khususnya di lini tengah Arema.

Lalu yang menjadi pertanyaan, ini adalah buah tangan siapa? Ya, racikan baru ini merupakan taktik strategi dari coach Joko ‘Gethuk’ Susilo atau murni dari Milan Petrovic. Pelatih asing yang dikontrak dengan status asisten itu memang mendapat kepercayaan menangani Dendi Santoso dkk, saat coach Gethuk mengikuti kursus pelatih AFC Pro. Namun hanya meninggalkan satu laga.

Tepatnya saat Arema menjamu Persib di Stadion Kanjuruhan, Gethuk tak mendampingi Arema. Namun lawan Madura United, pelatih asal Cepu itu sudah hadir dan mendampingi tim Singo Edan. Meski dalam persiapan dipimpin oleh Milan Petrovic, namun rasanya ada campur tangan Gethuk yang dari awal statusnya sebagai head coach alias pelatih kepala.
Maaf. Saya sempat terpikir, kalau misal pada laga lawan Madura United itu, sekalian tanpa kehadiran coach Gethuk, mungkin beda hasilnya. Bukan karena faktor Gethuk tak membawa keberuntungan, namun dalam hal urusan teknis. Maksud saya, jika benar Milan dapat kepercayaan 100 persen menyiapkan tim lawan Madura United, ya harusnya tanpa Gethuk.

Pendapat saya, dalam satu kapal, harusnya tak ada dua nahkoda. Ya, tak bisa ada dua matahari. Tim jadi bingung dalam mengambil keputusan puncak. Meski saya tidak tahu persis, bagaimana status atau hubungan coach Gethuk dengan Milan Petrovic ini sebenarnya. Apakah memang Gethuk sebagai head coach dan Milan asisten, atau keduanya memang berduet?

Pastinya, desakan Gethuk untuk mundur masih terus terjadi. “Tapi Gethuk gak mungkin mundur, tapi duet,” ungkap seorang teman yang cukup dekat dengan manajemen tim Arema. Nah, kalau pun duet, selama ini belum ada keterangan resmi, bahwa keduanya berduet. Semua pihak masih menganggap Gethuk adalah head coach yang bertanggung jawab dengan tim Arema.

Berbeda dengan kondisi tim Arema saat mendatangkan almarhum Suharno. Saat itu coach Harno yang dipercaya sebagai head coach, meski faktanya memang berduet dengan coach Gethuk. Saya masih ingat, sebelum coach Harno bergabung, tim Arema ditangani Gethuk, dan memang sulit menang. Meski secara taktik dan strategi, mungkin sudah bagus. Ya, kita tunggu saja, bagaimana kisah perjalanan tim ini selanjutnya. (*)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA