Targetkan 100 Outlet Nasgor di Malang, Tertarik?

  • 26-04-2018 / 22:13 WIB - Editor: adinda
  • Uploader:slatem
  • dibaca:453
Targetkan 100 Outlet Nasgor di Malang, Tertarik? Product Gathering yang digelar Nasi Goreng Pandawa di RM Kertanegara mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat. (MUHAMMAD FIRMAN/MALANG POST)

MALANG – Nasi Goreng Pandawa menargetkan tahun ini membuka 100 outlet di wilayah Malang. Target ini optimis bisa direalisasikan karena Malang memiliki potensi UKM yang sangat besar serta mendapat dukungan BRI melalui program KUR.
Dalam Product Gathering yang digelar di RM Kertanegara, Kamis (26/4), puluhan peserta dari berbagai kalangan hadir. Mereka terlihat antusias dengan penawaran yang disampaikan oleh manajemen Nasi Goreng Pandawa serta kemudahan pembayaran yang ditawarkan oleh BRI.

“Kami sangat mengapresiasi antusias masyarakat Malang. Bahkan dibandingkan Surabaya, antusias masyarakat lebih tinggi. Dari kegiatan ini, banyak perwakilan komunitas yang mengundang kami untuk memberikan pemaparan kepada anggotanya masing-masing. Karena itu kami sangat optimis di Malang bisa mencapai 100 outlet hingga akhir tahun ini,” terang Owner Nasi Goreng Pandawa, Richard Andrea kepada Malang Post.

Nasi Goreng Pandawa sendiri menawarkan konsep bisnis yang mudah dan terjangkau, bahkan bisa dikatakan berbisnis tanpa modal. Dengan konsep street food, usaha ini bisa dengan mudah dipindah ke lokasi yang potensial. Untuk produk sendiri, terdapat 13 varian nasi goreng yang bisa dipilih oleh konsumen sesuai dengan selera mereka.

“Apalagi nasi goreng merupakan makanan terenak nomor dua di dunia. Masyarakat kita sudah sangat akrab dengan sajian ini. Sehingga sudah pasti akan banyak yang mencari,” sambung Richard.

Dengan menggandeng BRI, setiap outlet cukup membayar Rp 60 ribu per hari pada agen Nasi Goreng Pandawa di Jalan Jakarta, membeli bumbu dan kerupuk udang di agen, serta menyiapkan bahan lain seperti nasi, ayam kukus dan acar. Masing-masing outlet juga akan mendapatkan pelatihan membuat nasi goreng, video cara pembuatan serta buku petunjuk masak.

“Setelah satu tahun pencicilan, outlet akan kami beri bonus 2.300 bumbu nasi goreng. Jika 2.300 bumbu tersebut diolah menjadi nasi goreng, maka outlet akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp  22, 555 juta. Itu artinya, modal yang mereka gunakan bisa kembali. Karena itulah kami berani menyebutkan bisnis ini bisa dijalankan tanpa modal,” lanjutnya.

Selain sistem bisnis yang mudah dan pembayaran yang disupport oleh BRI Unit Pasar Besar, Nasi Goreng Pandawa berani bersaing karena menyajikan produk yang tidak hanya enak tapi juga higienis. Bumbu diracik dari rempah alami tanpa pengawet dan pewarna makanan buatan. Selain itu, baik bumbu maupun kerupuk dikemas higienis dalam bungkus plastik. (nda)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA