Masuk Kemarau, Dingin Tembus 12 Derajat Celsius, BRRRRRR.....

  • 03-05-2018 / 21:55 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:slatem
  • dibaca:455
Masuk Kemarau, Dingin Tembus 12 Derajat Celsius, BRRRRRR..... Kawasan Gunung Banyak di Kota Batu merupakan salah satu lokasi yang suhu udaranya menurun pada musim kemarau. (Ipunk /MP)

MALANG - Dingin menusuk tulang mulai menyergap warga Malang Raya saat malam menjelang subuh. Suhu terendah di wilayah Kota Malang bisa mencapai 16 derajat celsius dari biasanya antara 21-22 derajat celsius. Sedangkan tertinggi atau panas bisa mencapai 31 derajat celsius. Warga diimbau waspada penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Perubahan suhu mulai terasa di awal Mei ini. Rata-rata suhu udara di Malang Raya berkisar antara 16 sampai 31 derajat celsius. Sedangkan kelembaban udara berkisar antara 48 sampai 88 persen.

“Dingin karena memasuki musim kemarau. Posisi matahari berada di belahan bumi bagian utara. Sehingga radiasi matahari di belahan bumi bagian selatan menjadi kurang pemanasannya. Ini akan terjadi hingga Agustus atau September,” jelas Kepala Stasiun Klimatologi Karangploso Joko Budi Utomo.

Di wilayah Kabupaten Malang, suhu terdingin masih tetap di Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Berdasarkan observasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang, saat ini suhu terendah di Ngadas mencapai 12 derajat celsius hingga Juni mendatang.

Biasanya dingin di kawasan tersebut mencapai 15 sampai 16 derajat celsius. Setelah itu disusul Desa Pandesari, Kecamatan Pujon yang mencapai 18 derajat celsius.

Humas Tagana Kabupaten Malang, Ali Usman mengatakan, selain mulai memasuki musim dingin, kondisi geografis Ngadas dan Pandesari yang terletak di pegunungan menyebabkan suhu lebih dingin. 

“Pada beberapa waktu lalu, suhu terendah di Ngadas pernah mencapai 8 derajat celsius,” ujar Ali Usman kepada Malang Post, kemarin. Namun demikian, ia memastikan warga sudah terbiasa dengan suhu dingin sehingga tak gampang sakit. “Begitu pula dengan masyarakat Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, juga telah terbiasa dengan suhu dingin seperti sekarang,” sambungnya.

Ali Usman mengimbau warga yang akan berwisata ke Ngadas dan Pandesari agar membekali diri dengan berbagai perlengkapan yang membuat nyaman. “Seperti membawa obat-obatan, memakai baju yang lebih tebal, membawa jaket maupun selimut untuk menghangatkan badan,” kata dia.

Wisatawan yang menginap di home stay diingatkan hati-hati jika menyalakan api dalam ruangan sebagai penghangat. Sebab jika teledor maka bisa sebabkan kebakaran dan mengakibatkan kepulan asap dalam ruangan yang menyebabkan hilangnya oksigen hingga sesak napas.

Di Kota Batu, suhu menurun hingga 15-19 derajat celsius seperti tahun sebelumnya. Kawasan yang paling dingin yakni Desa Sumber Brantas, Desa Toyomerto dan Desa Songgokerto. Apalagi berada pada  ketinggian sekitar 1500-2000 mdpl.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA