Dugaan Penipuan PT KIS, Polisi Mulai Periksa Korban

  • 03-05-2018 / 22:10 WIB - Editor: Dewi Yuhana
  • Uploader:slatem
  • dibaca:622
Dugaan Penipuan PT KIS, Polisi Mulai Periksa Korban Pengacara Fatimatuz Zahra, SH mendampingi kliennya Ratih Mustika Ningrum (kiri) dan Ira Muskandi Dewi di Polres Makota kemarin. (FINO YUDISTIRA/MP)

MALANG – Laporan dua wanita yang mengaku korban dugaan penipuan bos PT Karya Indah Sukses (KIS) Litiansyah King diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).  Sore kemarin, Ira Muskandi Dewi 47 tahun dan warga Pakisjajar Pakis dan Ratih Mustikaningrum 44 tahun warga Tirtomoyo Pakis, menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Makota.

Sore kemarin, mereka didampingi pengacaranya Fatimatuz Zahra SH. “Saat ini masih pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” kata Zahra kepada Malang Post dikonfirmasi sore kemarin. Ratih dan Ira, melaporkan dua kasus penipuan yang berbeda, dengan terlapor sama. Untuk kasus yang dilaporkan Ratih, King disangka menipu korban dengan menawarkan dua buah stand di pasar modern Blimbing.

Peristiwa ini, terjadi pada 27 Oktober 2015 di Hotel Regent Park Jalan JA Suprapto. Ratih menyerahkan uang senilai total Rp 200 juta. Rinciannya, Ratih menyerahkan bilet giro senilai Rp 39 juta, uang tunai Rp 5 juta secara langsung di lokasi, serta transfer secara berkala sehingga mencapai total Rp 200 juta.

“Janjinya, Pasar Blimbing akan dibangun pada 2016 dan saya akan menempati dua ruko yang saya beli di Pasar Blimbing pada 2017. Namun, stan yang dijanjikan sampai sekarang belum dibangun oleh dia. Saat saya hubungi dan temui, dia hanya janji-janji saja,” papar Ratih kepada wartawan.

Sementara, peristiwa yang dialami Ira terjadi pada 7 Maret 2016 dengan kasus yang berbeda. Ira melaporkan penipuan yang diduga dilakukan King, dengan kedok kerjasama investasi tambang. Awalnya, pada Oktober 2015 lalu, Ira bertemu dengan King di Atria Hotel. King lalu menawarkan kerjasama pengolahan hasil tambang.

Janjinya, Ira akan mendapatkan bagi hasil pada produksi keempat. Ira dijanjikan 80 persen keuntungan, sedangkan King mendapat 20 persen. Karena tertarik, Ira menyerahkan uang investasi tersebut pada 7 Maret 2016. Ira transfer uang lewat BTPN Jalan JA Suprapto dengan total nilai Rp 205 juta.

Pada transfer awal, Ira menyetorkan uang ke rekening istri King sejumlah Rp 25 juta. Setelah itu, Ira secara berkala transfer hingga total Rp 180 juta. Hanya saja, setelah uang ditransfer lunas, pembagian hasil produksi yang dijanjikan King, tidak diberikan kepada Ira. Karena itulah, dia melaporkan King ke Polres Makota.

Kapolres Makota, AKBP Asfuri menyatakan bakal menindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap korban, yang sudah berjalan. “Dengan laporan tersebut, kami tindaklanjuti dengan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA