Dugaan Penipuan PT KIS, Polisi Mulai Periksa Korban

  • 03-05-2018 / 22:10 WIB - Editor: Dewi Yuhana
  • Uploader:slatem
Dugaan Penipuan PT KIS, Polisi Mulai Periksa Korban Pengacara Fatimatuz Zahra, SH mendampingi kliennya Ratih Mustika Ningrum (kiri) dan Ira Muskandi Dewi di Polres Makota kemarin. (FINO YUDISTIRA/MP)

penyelidikan,” kata Asfuri dikonfirmasi Malang Post. Satreskrim Polres Makota, yang menangani laporan tersebut, memeriksa dua korban pelapor sampai sore kemarin.

Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan korban sedang diperiksa. “Setelah laporan, tentu kita ambil keterangan awal dari korban pelapor. Nanti kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi dan melengkapi bukti,” ujar Ambuka dikonfirmasi.

Menurut Ambuka, kasus dugaan penipuan penggelapan yang dilaporkan oleh para korban, memiliki jejak digital yang terekam dalam catatan perbankan. Jika korban pelapor memiliki rekening koran yang bisa menunjukkan adanya aliran dana kepada terlapor, maka hal itu bisa dijadikan barang bukti.

“Karena itu, nanti kita lihat, perkembangan kasus ini seperti apa. Kita dalami semua keterangan dan barang bukti yang ada,” tambah Ambuka. Sementara itu, legal officer PT KIS, Abdul Salam MBA SH MHum kembali membantah tuduhan penipuan bedak Pasar Blimbing yang dilakukan oleh King terhadap Ratih.

“Tidak ada istilah menipu. Gak ada. Ini semua harus dari itikad baiknya Pemkot Malang. PT KIS harusnya terima lahan kosong dari Pemkot Malang, supaya segera bisa dibangun. Jadi tidak ada unsur penipuan. Kalau tidak segera dibangun, itu bukan PT KIS, tapi Pemkot yang mbulet,” ungkap Salam dikonfirmasi.

Sementara, Salam mengaku tidak tahu menahu soal pelaporan Ira tentang dugaan penipuan investasi hasil tambang yang dilakukan oleh King. Dia tidak mendapatkan mandat untuk menangani kasus tersebut. Dia mengaku hanya berurusan dengan Pasar Blimbing sebagai legal officer PT KIS.(fin/han)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA