Jika Mendapat Gangguan Bonek, Tim Arema Bakal Naik Barracuda

  • 06-05-2018 / 02:57 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
  • dibaca:370
Jika Mendapat Gangguan Bonek, Tim Arema Bakal Naik Barracuda Tim Arema mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisan saat latihan. (Stenly/MP)

GRESIK – Kawalan ketat terus diberikan oleh petugas keamanan baik dari kepolisian, TNI AD maupun polisi militer (PM) ketika Arema FC menjalani laga away melawan Persebaya Surabaya. Dendi Santoso dkk dijaga lebih dari 20 petugas, mulai dari hotel tempat tim menginap, hingga saat perjalanan dan menjalani latihan di Stadion Tri Dharma Petrokimia, Gresik.

Petugas keamanan tersebut menjaga di hotel, mulai dari pintu depan area parkir, pintu lobi sampai di area lobi hotel. Mereka dibagi untuk mengamankan penggawa Singo Edan dari ancaman atau gangguan.

Lantas, saat perjalanan menuju tempat latihan, pengawalan menunjukkan jika Arema hendak menjalani laga penting. Dua mobil polisi militer berada di depan dua bus rombongan Arema. Di depan dua mobil PM itu, terdapat satu mobil polisi yang berjalan sembari menyalakan rotari dan sirinenya.

Tepat di depan bus, dua kendaraan bermotor dari kepolisian, berada di samping kanan dan kiri bus. Dan di belakang bus, terdapat dua lagi mobil keamanan dari TNI AD. “Seperti mau menjalani Liga Champion di Eropa. Kawalannya ketat, seperti jadi tim Real Madrid,” celoteh salah satu pemain Arema ketika perjalanan menuju tempat latihan.

Kemudian ketika di lapangan, barisan keamanan tadi memastikan seluruh pemain berada di tengah lapangan. Lalu mereka berpencar ke tribun, mendekati area pintu gerbang tiap sektor yang dikawal dua petugas.

Selama satu jam, pemain tampak menikmati sesi latihan di Stadion Tri Dharma. Meski sempat dilanda kekecewaan karena tidak bisa menjajal rumput Gelora Bung Tomo, pemain Arema juga terlihat serius menjalani instruksi dari pelatih kepala, Joko Susilo.

“Kondisi mereka bagus. Kami juga berterima kasih disiapkan penjagaan yang ketat oleh petugas keamanan,” ungkapnya. Sejatinya dia tidak menginginkan penjagaan super ketat tersebut. Akan tetapi, dia menyerahkan semuanya, dan menerima alasan yang disampaikan tim pengamanan maupun Panpel.

“Mungkin kalau harus memilih, kami ingin away yang normal, seperti ke tempat lainnya. Tekanan dari suporter, suasana panas jelang pertandingan biasa. Tetapi, kita harus jaga sportivitas, karena kita juga masih satu Indonesia, apalagi ini satu propinsi,” papar dia kepada Malang Post.

Dia sendiri mengungkapkan, Arema memutuskan untuk stay di Kota Pudak tersebut karena alasan akses menuju stadion yang relatif dekat. Jarak ke GBT yang berada di perbatasan Gresik dan Surabaya, membuat tim Arema memilih penginapan di Gresik. Dan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA