Dulu Tak Mendukung, Sekarang Mulai Merapat (Bagian 1)

  • 28-06-2018 / 01:13 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:slatem
  • dibaca:219
Dulu Tak Mendukung, Sekarang Mulai Merapat (Bagian 1) SANTAI: Wali Kota Malang terpilih Sutiaji dan istri Widayati berbincang dengan Pemred Malang Post Dewi Yuhana, semalam. (Dicky/MP)

Tak dijagokan dan tak masuk hitungan di awal Pilkada, namun akhirnya memenangi pesta demokrasi. Wali Kota Malang terpilih Drs H Sutiaji pun menyempatkan diri berbagi kisah kemenangannya kepada Pemimpin Redaksi (Pemred) Malang Post Dewi Yuhana, sesaat sebelum deklarasi kemenangan di Posko Taman Slamet.

Berikut adalah perbincangan Pemred Malang Post Dewi Yuhana (H) bersama Wali Kota Malang terpilih Sutiaji (S) yang juga didampingi istrinya Widayati.

H: Hingga detik terakhir sebelum pencoblosan, masih banyak yang memprediksi bapak akan kalah, apalagi beberapa hari lalu memublikasikan pernikahan. Sempat merasa khawatir juga pak?

S: Wah, iya. Tim saya sempat khawatir kalah karena hal itu (berita pernikahan, Red). Tetapi saya yakin saja.

H: Apa yang membuat bapak yakin?

S: Saya yakin dengan kekuatan Allah agar tidak ada kekhawatiran lain. Saya pun sempat berdoa sebelum mencoblos tadi pagi (kemarin pagi), bila saya menang tapi tidak dapat menyejahterahkan lebih-lebih menyengsarakan masyarakat, lebih baik jangan menangkan saya.

H: Kok bisa begitu doanya? Biasanya, orang berdoa minta dimenangkan pak.

S: Saya tidak pernah suudzon dengan Allah. Apapun yang terjadi, saya berserah diri. Kalaupun kalah berarti mungkin yang terbaik untuk saya. Bisa saja ada sesuatu yang kita tidak sukai terjadi pada kita, tetapi itulah yang terbaik yang direncanakan Allah. Seperti dalam surat Al Baqarah 216: Wa ‘asa an takrahu syaian wa huwa khairun lakum, wa ‘asa an tuhibbu syaian wa huwa syarrun lakum, wa Allahu ya’lamu wa antum la ta’lamun”. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

H: Selama ini, pasangan Sutiaji-Edi tidak banyak diunggulkan. Kira-kira, menurut bapak, mendapat limpahan suara dari mana, sampai bisa menang?

S: Memang saya dipandang tidak unggul karena utamanya saya kurang di pendanaan. Dana saya kurang kuat. Tapi di sinilah kita bisa tahu, ternyata (Pilkada) ini adalah pendidikan politik yang baik. Politik tidak identik dengan uang (money politics). Maka dari itu kemenangan saya ini adalah kemenangan warga Kota Malang. Allah yang punya rencana ini.

Kami juga bersyukur saat masa kampanye tidak mau menarik-narik institusi untuk mendukung kami. Saya tak ingin, jangan sampai gara-gara kelakuan saya, institusi tersebut menjadi tidak baik. Tapi Alhamdulillah dari tadi

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA