Penentuan Jumlah Golput Tunggu Hasil Rekapitulasi

  • 29-06-2018 / 10:38 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
  • dibaca:138
Penentuan Jumlah Golput Tunggu Hasil Rekapitulasi MASIH BERLANGSUNG: Proses penghitungan suara di TPS sudah selesai sejak Rabu (27/6) lalu. Namun rekapitulasi hasil pemungutan suara masih berlangsung. (M Firman/Malang Post)

MALANG - KPU Kota Malang masih menunggu perhitungan manual untuk menentukan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada, Rabu (27/6) lalu. Hingga kemarin, proses rekapitulasi perolehan suara masih berlangsung.

Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen S.Sos menjelaskan pihaknya sudah melakukan upaya maksimal agar pemilih datang ke TPS. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai sosialisasi yang dilakukan sebelum coblosan.

Namun situasi yang terjadi jelang Pilkada menjadi tantangan tersendiri dari lembaga penyelenggara pemilu itu. Di antaranya dua calon wali kota ditetapkan menjadi tersangka lalu ditahan KPK. Sementara masing-masing calon tersebut memiliki pendukung.

“Situasi ini menjadi sulit bagi siapapun menghadapi Pilkada,” ujar  Ashari kepada Malang Post, kemarin.

Meski begitu, ia menuturkan, KPU Kota Malang terus melakukan berbagai cara untuk sosialisasi. Terlebih kepada pemilih pemula yang jumlahnya tidak sedikit. Agenda kegiatan menarik dan penyebaran  informasi via medsos telah dilakukan.

Namun, ia juga mengakui jika tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih kurang dari target akan menjadi bahan evaluasi bersama. Tidak hanya bagi KPU Kota Malang, tetapi juga pada stakeholder lainnya.

Untuk penentuan angka golput, KPU memang belum terburu-buru melakukannya. Lagi pula, lanjut Ashari, belum semua data suara masuk dalam rekapitulasi. Maka angka partisipasi masyarakat bakal bertambah.

Sementara itu untuk menghindari terjadinya partisipasi masyarakat yang kurang maksimal di Pileg dan Pilpers 2019 nanti, Ashari memastikan sudah memikirkan hal-hal baru. Salah satunya memberikan porsi lebih bagi kaum marjinal.

“Kemarin hanya kaum disabilitas saja yang tersentuh. Padahal kaum marjinal tidak hanya itu saja. Ada di kalangan pedagang kaki lima, lalu mereka yang tinggal di pinggiran kota dan komunitas-komunitas lain yang selama ini masih tertutup dengan dunia politik,” tandasnya.

Hal-hal itulah yang akan dipertimbangkan dan digali lebih dalam untuk didapatkan cara lebih baik dan efektif. Guna meningkatkan partisipasi pemilih di Kota Malang dalam pesta demokrasi.  (ica/van)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA