Ada Tim Pilihan, Ada Keseruan

  • 30-06-2018 / 00:02 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Ada Tim Pilihan, Ada Keseruan Catatan ini juga dimuat di koran Malang Post, edisi Sabtu 30 Juni 2018.

PILKADA serentak telah digeber 27 Juli kemarin. Alhamdulillah, bisa berjalan lancar dan aman. Khususnya di Jawa Timur, setidaknya hingga saat ini tidak ada gejolak yang sampai mengganggu stabilitas keamanan. Dan semoga tetap aman hingga semua proses Pilkada ini rampung. Ya, mungkin memang sudah waktunya (wes wayahe, Red), kita berdemokrasi dengan baik.

Apa pun hasilnya, kita terima dengan legowo. Meski pilihan saya kalah dalam proses hitung cepat. Setidaknya saya telah memilih dan menggunakan hak demokrasi ini. Tentu seperti pemilih lainnya, ada rasa tak puas dari kekalahan itu. Beruntung tidak lama untuk mengobati kecewa ini, karena ada hiburan menarik bersamaan dengan Pilkada. Yes, Piala Dunia 2018.

Sudah, saya tak membahas hasil Pilkada. Menarik untuk mengulas tentang Piala Dunia 2018 di Rusia yang kini masuk babak 16 besar. Dua tim terakhir yang lolos ke fase perdelapan final ini adalah Kolombia dan Jepang, Kamis (28/6) malam. Kolombia sebagai juara grup H, dan Jepang runner up yang lolos berkat poin fair play atas Senegal, tim wakil Benua Afrika.

Pada detik-detik usai laga Jepang lawan Polandia, tim Samurai Biru yang kalah 1-0, tampak belum berani selebrasi. Hingga beberapa menit berikutnya, offcial tim tampaknya sudah memperoleh konfirmasi resmi dari FIFA, Jepang dan pendukungnya pun merayakan lolosnya mereka. Sedangkan di tempat terpisah, Senegal yang sempat berjaya di laga sebelumnya, harus pulang.

Rasanya itu sedikit kisah drama yang terjadi di babak penyisihan grup H. Ada banyak drama di grup lainnya atau di pertandingan lainnya. Paling heboh tentu drama tidak lolosnya Jerman ke babak 16 besar, setelah dihajar Korea Selatan 2-0. Tim wakil Benua Asia yang sudah memastikan tidak lolos itu, mampu mengalahkan juara bertahan Piala Dunia. Jerman pulang lebih awal.

Memang ada semacam kutukan, juara bertahan tidak akan bertahan hingga ke babak 16 besar. Mungkin itu yang membuat pendukung Jerman tak harus mati-matian menjagokan tim panser. Seperti seorang kawan kantor yang menyaksikan laga terakhir Jerman. Meski dia penggemar Jerman, ‘mendadak’ dukung Korea Selatan di laga pamungkas grup F itu.

Solidaritas satu benua dengan Korea Selatan, dia seolah merelakan Jerman kalah dan pulang dengan status juru kunci. Atau mungkin kawan ini sebenarnya juga korban kutukan itu, hingga tidak sampai mengalami kesedihan yang mendalam karena Jerman

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA