Kedai Pak Cik Abin, Cita Rasa Khas Sumatera - Melayu

  • 26-04-2018 / 23:25 WIB - Editor: buari
  • Uploader:angga
  • dibaca:672
Kedai Pak Cik Abin, Cita Rasa Khas Sumatera - Melayu RAMAI : Suasana kedai Pak Cik Abin selalu ramai dikunjungi pelanggan.

MALANG – Bagi perantau asal Sumatera dan Melayu, kini tidak perlu lagi bingung untuk mengatasi rasa rindu terhadap kuliner khas daerah asal mereka. Kedai Pak Cik Abin, adalah salah satu pilihan yang dapat mengatasi rasa rindu tersebut. Menelusuri awal mula kedai Pak Cik Abin pun menarik dan jadi pelajaran berharga bagi para perantau dari berbagai daerah lainnya.

“Awalnya saya sebagai perantau rindu dengan khas kuliner asal daerah saya, saya pikir perantau seperti saya juga akan merasakan hal yang sama sehingga dengan keraguan saya mencoba memperkenalkan kuliner dengan cita rasa khas Sumatera dan Melayu,” ujar Dedi Susilo, owner dari warung Pak Cik Abin.

Setelah itu pada tahun 2009, Dedi Susilo mulai membuka warung Pak Cik Abin yang awalnya dibuka di pinggiran jalan. Dengan tekad dan resiko, Dedi Sulilo membuka dua outlet dan mulai memperkenalkan kuliner khas Sumatera dan Melayu ini. Terdapat beberapa menu di Pak Cik Abin dengan rasa dan jenis makanan yang keseluruhan berasal dari Sumatera dan Melayu dengan khas rempah-rempahnya.

Bernuansa kesederhanaan dan memiliki pegawai dari kalangan orang yang putus sekolah dan membutuhkan pekerjaan, warung ini menyediakan mie aceh kuah atau mie aceh goreng sebagai menu favorit. Rasanya yang gurih dan kentalnya bumbu rempah-rempah pada mie aceh ini menjadikannya menu favorit para pelanggan Pak Cik Abin.

Pada dasarnya target usaha warung Pak Cik Abin adalah para perantau dari Sumatera dan Melayu termasuk para mahasiswa yang berasal dari sana, sehingga para perantau dapat mengobati rasa rindu dengan kuliner khas daerah asalnya.

Namun, kenyataannya masyarakat umum juga banyak yang menyukai karena cita rasa yang gurih dan enak. “Resepnya resep asli ibu saya yang kemudian saya modifikasi agar dapat diterima oleh masyarakat Malang,” ujar Dedi Susilo

Warung Pak Cik Abin mulai beroperasi dari pukul 10.00 - 23.00 wib pada hari biasa dan pukul 10.00 - 23.30 wib pada saat weekend di beberapa outlet yakni di jalan Terusan Sigura-gura Barat No. 30a, Jalan Soekarno Hatta No. 98, Jalan Papa Hijau No. 1a, dan Jalan Raya Sulfat yakni Ruko sulfat corner Kav A.

Adapun harga yang ditawarkan di kedai Pak Cik Abin terbilang cukup terjangkau mulai dari harga Rp 5000 sebagai harga terendah hingga Rp 32.000 sebagai harga yang tertinggi.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA