Setiap Hari Harga Telur Naik

  • 12-07-2018 / 23:55 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:slatem
Setiap Hari Harga Telur Naik foto: guest gesang, grafis: hargodd, tem/MP

operasi pasar.

“Untuk kategori perlu adanya operasi pasar, harga jual komoditi pokok naik sebesar 20 persen. Sedangkan penyebab kenaikan harga jual telur, mungkin harga jual pakan ternak ayam megalami kenaikan. Kami coba koordinasikan hal ini dengan peternakan,” pungkasnya.

Adapun di Pasar Besar Kota Batu, pedagang menjual telur ayam dengan harga Rp 27 ribu per Kg. Kata Muhammad Jafar (68) pedagang Pasar Besar Kota Batu, kenaikan harga telur terjadi sejak empat tujuh hari lalu.

”Kenaikan harga telur bisa dibilang paling tinggi dalam satu minggu ini, yakni mencapai Rp 27 ribu per Kg. Padahal sebelumnya harga stabil di kisaran Rp 22-23 ribu per Kg,” jelas pedagang asal Jalan WR Supratman, Kelurahan Sisir kepada Malang Post Kamis (12/7) kemarin.

Ia menjelaskan, sebelum memasuki bulan Ramadan harga telur per Kg hanya Rp 18 ribu. Di mana harga tersebut merupakan harga normal. jafar mengungkapkan, harga jual telur tersebut mengikuti harga yang diberikan oleh tengkulak. Sehingga dirinya menjual sesuai harga pasar saat ini.

”Kami hanya ambil untung Rp 2.000 per Kg. Jadi tidak bisa berbuat apa-apa,” imbuhnya.

Saat ditanyai apa pemyebab kenaikan harga telur, Jafar mengungkapkan jika produksi telur saat mengalami penurunan karena faktor cuaca. ”Beberapa minggu ini cuaca sangat dingin. Sehingga produksi telur menurun dari peternak ayam petelur,” akunya.

Meski adanya kenaikan harga telur, Fajar dan pedagang lainnya mengakui tidak ada penjualan permintaan setiap harinya. Mengingat telur menjadi komoditas pokok rumah tangga hingga pembeli langganannya yang membuka usaha warung.

Menanggapi kenaikan harga telur, Plt. Diskoperindag Kota Batu, dr. Endang Triningsih mengakui jika adanya kenaikan harga telur di pasaran. Namun dirinya belum mengetahui penyebabnya secara pasti.

”Kami belum tahu apa penyebab kenaikan harga telur. Padahal dari sisi produksi peternak ayam petelur tidak berkurang. Karena itu tim kami akan segera turun dan akan menjadwalkan,” ungkap Endang.

Ia menjelaskan, bisanya saat terjadi kenaikan harga telur karena banyak faktor. Mulai dari produksi turun karena peternak terserang penyakit atau pergantian cuaca. Sedangkan untuk penimbunan telur dirasanya hampir jarang dilakukan tengkulak atau peternak. Karena jika terlalu lama ditahan mengakibatkan telur rusak.(ira/big/eri/ary)

 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA