Terlalu...

  • 26-04-2018 / 23:31 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
Terlalu... foto: guest gesang/mp

Saya bingung harus memulai darimana catatan kecil ini. Setiap ada kejadian yang menarik atau ada evaluasi tim, saya terbiasa menulisnya dalam bentuk catatan. Biasanya sehari pasca pertandingan, agar lebih fresh. Namun kali ini, sudah tak terbendung untuk menulis evaluasi hasil Arema lawan Persib imbang 2-2 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam.

Sejujurnya saya kesulitan. Ya, mau mengatakan apa lagi tentang tim Arema yang menurut penilaian saya sejatinya dalam posisi kalah dari Persib. Terlepas ada gol Balsa Bozovic pada menit 87 yang menyamakan kedudukan menjadi imbang, Singo Edan kalah permainan. Bahkan menurut saya, Persib memiliki peluang dapat hadiah penalti, jika wasit memberinya.

Satu kata menurut saya pantas disematkan untuk tim Arema. Terlalu. Ya, keterlaluan. Tidak bisa raih kemenangan saat berlaga di hadapan sekitar 30,5 ribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan. Berstatus sebagai tuan rumah, bisa tampil full team dengan kondisi recovery yang bagus dan tidak ada masalah secara teknis jelang lawan Persib, tak bisa menang.

Oke, saya atau Aremania mungkin tidak tahu kondisi sebenarnya di tim Arema. Pastinya jelang laga lawan Persib, tim Arema menyatakan 100 persen siap. Dukungan Aremania pun melimpah. Namun, alih-alih ingin bangkit dan raih kemenangan atas Persib, Dendi Santoso dkk hanya bisa bermain imbang dalam laga berlabel big match itu.

Harga tiket lebih mahal. Aremania pun tetap datang untuk kemenangan. Setidaknya untuk menyaksikan perjuangan tim Singo Edan dengan penampilan yang benar-benar edan seperti yang mereka harapkan. Nyatanya, Aremania untuk kesekian kalinya harus kecewa. Bukan kali pertama ini saja, sebelumnya tiga laga Arema juga menuai kekecewaaan Aremania.

Kemarin malam, rasanya puncak kemarahan Aremania. Terlepas apa pun yang menjadi pemicunya, Aremania menjadi tak terkendali. Bahkan beberapa menit sebelum laga akhirnya dihentikan itu, Aremania sudah melakukan aksi lempar-lempar. Saya tak tahu persis, mereka melempar kepada wasit, pemain Persib atau justru pada pemain Arema.

Sampai akhirnya, sekitar 50 detik sebelum laga selesai pada waktu 90+3 menit, Aremania masuk ke dalam lapangan. Sekali lagi, entah apa yang sebenarnya menjadi pemicu emosi mereka meledak, pastinya ada rasa kecewa yang luar biasa. Mereka pun harus berhadapan dengan petugas keamanan yang memang menjalankan tugasnya sesuai ketentuan.

Jelas ada korban, yang semestinya ini tak perlu terjadi. Ya, kalau saja Arema menang, selesai

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA