Dua Kali Menikah, Dua Kali Gagal

  • 14-07-2018 / 23:03 WIB - Editor: JonS
  • Uploader:irawan
Dua Kali Menikah, Dua Kali Gagal

DUA kali berumah tangga, dua kali mengalami kegagalan. Itulah yang dirasakan Amel, wanita asal Kecamatan Dau. Setelah pernikahan yang pertamanya dulu kandas, karena suaminya kabur, kini pernikahan yang kedua juga di ujung kehancuran.

Amel mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kepanjen, karena mengaku su­dah tidak tahan hidup dengan Ronald, suami keduanya. Wanita berusia 38 tahun ini, mengatakan kalau selama dua tahun menjalani ru­mah tangga dengan Ronald, dia mengalami siksa batin.

Ronald yang digadang-gadang, bisa me­nggantikan posisi suaminya yang pertama, ternyata tidak jauh berbeda. Selain jarang pulang, Ronald, juga kerap marah dan menyiksa Amel.

“Setiap kali marah, dia selalu memukul. Tidak sekali, tetapi sudah berulang kali,” tutur Amel, usai mengajukan gugatan cerai ke PA Kepanjen.

Amel menikah dengan suami pertamanya pada 2004 lalu. Kemudian pada tahun 2011, keduanya berpisah. Permasalahannya karena suami pertama, kabur dengan wanita lain yang menjadi simpanan.

Setelah lima tahun menjanda, Amel pun kenal dengan Ronald. Meski sempat ada rasa trauma, tetapi Amel mencoba untuk membuka lembaran baru. Mereka menjalin asmara selama sekitar setahun untuk saling mengenal.

Setelah itu, bersedia dinikahi Ronald, karena menganggapnya sebagai pria yang baik. Sebab, selama setahun berpacaran, Ronald tidak pernah menunjukkan sikap kasarnya. Ronald hanya marah, karena terbawa rasa cemburu.

Namun setelah resmi menikah, ternyata tidak seperti yang diharapkan oleh Amel. Ronald, ternyata pria yang temperamental. Dia kerap marah ketika ada permasalahan. Amel pun sebagai istrinya, menjadi pelampiasan amarah­nya. Karena sudah tidak betah dengan sikap kasar Ronald itulah, Amel pun mengajukan gu­gatan cerai. (agp/jon)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA