Dihadiahkan Raffles ke Lord Minto Scotlandia

  • 23-07-2018 / 16:54 WIB - Editor: Abdul halim
  • Uploader:abdi
Dihadiahkan Raffles ke Lord Minto Scotlandia SITUS SEJARAH: Arca Ganesha di tengah persawahan Dusun Klerek Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo yang mempunyai keterkaitan dengan prasasti Sangguran yang menegaskan bahwa Junrejo memang pernah dikuasai Kerajaan Mataram Kuno. (DICKY BISINGLASI/MALANG POST)

Prasasti Ngandat Desa Junrejo Kota Batu

Tidak banyak masyarakat yang tahu tentang prasasti tertua bernama prasasti Sangguran atau Ngandat atau Minto Steen asal Dusun Ngandat, Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Parasati yang saat ini tak berada di tempat asalnya ini memiliki sejarah panjang tentang Kerajaan Mataram Kuno tahun 924-929 Masehi hingga zaman kekuasaan Inggris pada tahun 1811-1815.

Sejarahwan Universitas Negeri Malang(UM) Dwi Cahyono mengatakan prasasti Sangguran atau Ngandat sesuai dengan tempat dibuatnya, juga disebut prasasti Minto Steen. Prasasti ini memiliki cerita sejarah panjang dan erat kaitannya dengan kultur masyarakt Desa Junrejo hingga saat ini. Bahkan banyak peninggalan-peninggalan jejak arkeologis hingga tertulis yang menegaskan keberadaan prasasti Sangguran berasal dari Dusun Ngandat Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Dwi menjelaskan, prasati Sangguran saat ini berada di kediaman Lord Minto di Scotlandia. Saat itu ia merupakan Gubernur Jenderal Inggris di penguasa Hindia Belanda. "Tidak adanya prasasti Sangguran di tempat asalnya itu karena Raffles memberikan kepada Lord Minto sebagai hadiah. Sehingga prasasti ini memiliki tiga nama sesuai dengan tempat prasasti ini berpindah, yakni Sangguran, Ngandat dan Minto Steen," ujar Dwi kepada Malang Post.

Dwi menceritakan, jauh sebelumnya, prasasti Ngandat ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dipimpin oleh Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga bersama menantunya Rakryan Mahapatih I Hino Pu Sindok Sri Isanawikrama. Atau yang banyak dikenal orang dengan Pu Sendok.

"Pada saat itu tahun 927/8 Masehi. Masa pemerintahan Kerjaan Mataram oleh Raja Wawa yang ingin merebut kekuasaaan Raja sebelumnya. Untuk merebut kekuasaan itu mereka membutuhkan senjata dari sekelompok penempa ligam dari Dusun Ngandat Desa Junrejo," beber Dwi.

Setelah mendapatkan kekuasaan itulah, maklumat dikeluarkan Raja Wawa dan menetapkan perubahan status Desa Sangguran menjadi desa perdikan atau sima (desa yang dibebaskan dari pajak oleh pemerintah berkuasa berkat jasa, red) yang saat ini adalah Desa Junrejo. Bahkan Raja Wawa membuatkan prasasti yang diberi nama prasasti Sangguran dan diberikan kepada para penempa logam atas jasa mereka membuat dan memasok senjata kepada Raja Wawa. (eri/lim)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA