Diaz Reynaldo Ramaikan Spotify

  • 23-07-2018 / 16:57 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:irawan
Diaz Reynaldo Ramaikan Spotify

Sejak 2013, Diaz reynaldo sudah menekuni dunia musik EDM. Artinya, ia telah menekuni musik DJ selama 6 tahun, lumayan juga ya Guys. Berkat ketekunannya, tahun ini, ia telah meluncurkan musik EDM karyanya di Spotify yang diberi judul ‘Halusinasi’. Nggak berhenti sampai disitu loh, bulan depan ia juga akan merilis judul musik keduanya. Gimana sih perjalanan Diaz hingga mencapai titiknya saat ini? simak kuy!

Dulunya pada tahun 2013, musik DJ bukanlah musik yang memiliki animo tinggi di Indonesia. Sosok Diaz yang basic-nya pecinta musik akhirnya memutuskan belajar musik EDM agar beda dari yang lain. Perform-nya yang pertama adalah pada Valentine Party di SMAK Cor Jesu pada tahun 2013. Kemudian berlanjut ke acara-acara sweet seventeen hingga pensi beberapa sekolah. “Pernah perform juga di Tulungagung, Kabupaten Malang, Kediri, dan masih banyak lagi sih,” terangnya.

Titik terindah menjadi seorang DJ menurutnya adalah ketika ia mampu membawa audience mengalir bersama permainan DJ-nya. “Ketika bisa nyalurin selera musik saya ke crowd yang datang di gigs saya dan  loncat loncat bareng, nyanyi bareng sama crowd, itu adalah titik paling melegakan. Seneng banget ketika crowd dance nya itu bisa enjoy sama perform saya di setiap event yang saya bisa perform di sana,” ungkapnya sambil tersenyum.

Tak seperti Ghanies, orang-orang di sekitar Diaz banyak yang mendukung hobinya. Dukungan datang dari banyak sudut, mulai dari guru, keluarga, dan orangtua. Karena keuletannya, orang tua Diaz juga rela memborong peralatan DJ untuk anaknya. Orang-orang terdekatnya juga selalu berusaha hadir dalam setiap perform Diaz. Bagaimana dengan stigma negatif seorang DJ? Diaz mengakui masih ada, tapi semua itu tertutup dengan support orang-orang disekitarnya.

“Ya masih banyak sih orang-orang yang menganggap musik EDM dan pekerjaan sebagai DJ itu dianggap buruk. Kayak ada stigma yang mengatakan bahwa musik EDM nggak bisa dinikmatin kalau lo nggak mabuk atau pakai narkotika. Itu stigma yang amat men-judge sih. Sebenernya kan nggak semua DJ yang turun itu akan selalu larut dalam pergaulan dunia malam. Begitu udah main ya udah pulang kan,” terangnya.

Ia berharap kedepannya stigma negatif tersebut tidak dianut oleh semua masyarakat. ia ingin masyarakat melihat DJ sebagai musisi yang sama dengan musisi lainnya. Tidak harus berkaitan dengan miras maupun narkotika. “Semoga tahun

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA