Dituntut 3 Tahun Penjara di Pengadilan Tipikor Surabaya, Abah Anton Bersyukur

  • 27-07-2018 / 13:18 WIB - Editor: buari
  • Uploader:abdi
Dituntut 3 Tahun Penjara di Pengadilan Tipikor Surabaya, Abah Anton Bersyukur Moch Anton dituntut 3 tahun penjara dalam sidang tuntutannya hari ini. (dicky bisinglasi/malang post)

SURABAYA- Terdakwa kasus dugaan suap Pembahasan APBD Perubahan, Wali Kota Malang (non aktif) Moch Anton dituntut 3 tahun penjara dalam sidang tuntutan beberapa saat lalu di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Arif Suhermanto menjelaskan jika tuntutan kepada tersebut sudah melalui pertimbangan wajar sesuai fakta-fakta persidangan yang ada. "Karena terdakwa menurut fakta persidangan dan pengakuannya sendiri mengakui jika dirinya mengiyakan permintaan uang dan menyerahkan ke sekda untuk mengurus," ungkap Arif.

JPU juga menuntut majelis hakim memberikan denda Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan. Selain itu jaksa juga menuntut dijatuhkannya pencabutan hak dipilih terdakwa selama 4 tahun setelah menjalani hukuman pidana.

Usai pembacaan tuntutan tersebut, Anton yang duduk di kursi pesakitan mengenakan batik mengeluarkan gestur ungkapan bersyukur.Wali Kota Malang (non aktif) yang akrab disapa Abah Anton ini mengusap wajahnya dengan kedua belah telapak tangannya segera usai pembacaan tuntutan.

"Saya bersyukur atas tuntutan tersebut. Saya pikir itu sudah melewati pertimbangan yang wajar," ungkap Abah Anton dengan senyum lebar usai ditemui selepas sidang yang berjalan sekitar satu setengah jam ini.

Selanjutnya sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembelaan pada Jumat pekan depan pada tanggal 3 Agustus 2018. (Ica/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA