Ubud Hotel Batu Beroperasi Lebaran

  • 27-07-2018 / 23:15 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Ubud Hotel Batu Beroperasi Lebaran Owner Ubud Hotel Batu, Dr I Gde Mastra SE SH MM MKnĀ  bersama keluarga melakukan upacara adat, Ngeruak Bhuwana sebelum groundbreaking atau peletakan batu pertama Ubud Hotel Batu, kemarin. (IPUNK PURWANTO/MALANG POST)

Investasi di Kota Batu

BATU-Ubud Hotel Batu siap beroperasi lebaran tahun depan setelah groundbreaking atau peletakan batu pertama, Jumat (27/7) kemarin. Pembangunan hotel bintang empat berlokasi di Jalan Raya Oro-Oro Ombo No 11 Kota Batu ditarget selesai dalam sepuluh bulan. Ini demi mengejar momen lebaran untuk menerima tamu.

Ubud Hotel Batu berdiri di lahan seluas 1.500 meter persegi. Hotel bernuansa Bali tersebut memiliki enam lantai dengan 132 kamar dengan berbagai tipe. Peletakan batu pertama, kemarin juga bertepatan momen bulan purnama Sasi Karo. Hari baik tersebut diyakini manajemen Ubud Hotel sebagai hal penting untuk kesuksesan hotel yang dikembangkan PT Kharisma Group ini.

Hotel yang diarsiteki Ida Bagus Putu Agung ST dan Ir Warso Irianto itu, sengaja memilih Kota Wisata Batu karena kota ini sudah menjadi destinasi wisata dengan pengunjung semakin berkembang setiap tahun.  

Komisaris Utama PT Kharisma Group (pengembang Ubud Hotel), Dr I Gde Mastra SE SH MM MKn berharap, pembangunan Ubud Hotel Batu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat hingga Pemkot. Dia bersama keluarga melakukan upacara adat Bali, Ngeruak Bhuwana dipimpin Mangku Gede Wayan Marutha.

Upacara sakral ini biasa dilaksanakan masyarakat Bali sebelum membangun rumah atau gedung baru sebagai permohonan keselamatan sekaligus menjaga kelestarian dan keharmonisan lingkungan sekitar dan alam. Tujuannya, pembangunan diberikan keselamatan, kemaslahatan dan kelancaran bersama.

''Keberadaan hotel ini juga bisa menarik wisatawan dari Bali. Destinasi wisata di sini sangat bagus,” tegas I Gde Mastra.

Menurut dia, Kota Batu berpotensi menjadi destinasi wisata religi, khususnya wisatawan dari Bali. Sebab, Batu juga punya Pura. Begitu juga dengan kota-kota di sekitar Batu, seperti Lumajang yang punya pura.

Berdirinya hotel bintang empat bertepatan dengan bulan Purnama, menjadi hari sangat istimewa.

"Ini merupakan wujud rasa syukur. Sehingga apa yang akan dibangun bisa menjaga keseimbangan manusia dengan Tuhan, manusia sesama manusia dengan sekitarnya, “ ujar I Gde Mastra kepada Malang Post.

Ia menjelaskan, apa yang telah yang dilakukan ini sesuai konsep hidup tangguh Tri Hita Karana. Dengan berdirinya hotel berkonsep Bali minimalis modern ini memiliki ingin melestarikan keaneragaman budaya dan lingkungan ditengah globalisasi.

"Karena itu pembangunan hotel ini diawali dengan prosesi adat Bali, begitu juga dengan kuliner yang ditawarkan nantinya, selain menu western ada menu tradisional," bebernya suami dari Sri Minarti Gde Mastra ini.

Gde

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA