Batu Lumpang 'Sang Penjaga' Hilang

  • 29-07-2018 / 12:22 WIB - Editor: Abdul halim
  • Uploader:irawan
Batu Lumpang 'Sang Penjaga' Hilang

MALANG – Pamor dari Sumber Air Umbulan yang berada di Desa Pamotan Kecamatan Dampit, sempat terdengar ke berbagai daerah di kawasan Malang Raya. Banyak kunjungan ke pemandian yang berada di Dusun Umbulrejo tersebut. Masyarakat banyak yang penasaran dan akhirnya tertarik untuk mengunjunginya.

Namun, itu semua terjadi sebelum tahun 2000. Sebelum watu lumpang (batu berbentuk lumpang untuk menumbuk) hilang. Setelah itu, pamornya meredup dan mulai ditinggalkan para pengunjung.

Umbulan, di era 1990an selalu ramai. Banyak agenda digelar di pemandian, yang konon menyimpan kisah mistis tersebut. Misalnya kesenian tradisional atau kuda lumping, orkes dangdut hingga kesenian ludruk. Jika ingat Grup Lawak, Kirun, Bagyo dan Kholik, dulu kerap ditanggap di pemandian ini.

“Kalau tanggapan seperti itu menunggu momen liburan. Misalnya liburan sekolah atau hari besar tertentu dan juga Idul Fitri. Itu yang datang pasti ribuan orang. Tetapi di hari biasa, pemandian selalu ramai jadi tempat bersantai dan berlibur,” ujar Kepala Dusun Umbulrejo, Panen Adi kepada Malang Post.

Namun, semuanya berubah setelah batu lumpang yang disakralkan, hilang. Tidak ada lagi wujud dari batu yang sempat menjadi wadah untuk menaruh sesaji ketika momen 1 Suro. Beberapa kejadian seperti pembunuhan, berlangsung di sekitar Umbulan. Mendengar hal tersebut, praktis banyak pengunjung mulai undur diri.

“Padahal, dulu batu itu beberapa kali dicuri orang, tapi kembali lagi ke tempatnya. Tempatnya berada di punden, yang menjadi tempat untuk sesaji. Tetapi, terakhir sekitar awal tahun 2000 hilang, dan tidak kembali,” beber dia.

Menurutnya, percaya tidak percaya, hal itu memang berpengaruh pada pamor Umbulan. Bahkan, warga di sekitar Dusun Umbulrejo pun mulai jarang untuk mendatangi pemandian tersebut. Tidak ada lagi kegiatan besar, yang membuat nama Umbulan dikenal dan akhirnya kalah dengan sumber air lain di kawasan Malang Selatan saat ini.

Orang-orang tua yang menganut kepercayaan Kejawen, percaya jika lumpang tadi adalah penjaga bagi Umbulan. Saat lumpang itu hilang, maka lunturlah pamor dari Umbulan. “Orang-orang yang pintar ilmu kebatinan juga banyak yang mencari, tetapi sulit menemukannya. Hanya saja, katanya masih di sekitar Umbulan saja. Cuma tidak ada yang bisa melihat, itu masalahnya,” sebut Panen.

Lantas dia menyampaikan, sempat mendapatkan mimpi tentang keberadaan lumpang tersebut. Berada di area bendungan, di sisi bawah pemandian Umbulan. Di sana, sempat terdapat bendungan dan juga

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA