Ahli Matematika Asal Iran Jadi Salah Satu Pemenang Hadiah NobelAhli Matematika Asal Iran Jadi Salah

  • 02-08-2018 / 15:09 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Ahli Matematika Asal Iran Jadi Salah Satu Pemenang Hadiah NobelAhli Matematika Asal Iran Jadi Salah Seorang Profesor Universitas Cambridge asal Iran Kurdi telah dinobatkan sebagai salah satu pemenang medali Fields atau yang biasa dikenal hadiah Nobel di bidang matematika (Hotflix)

IRAN- Seorang Profesor Universitas Cambridge asal Iran Kurdi telah dinobatkan sebagai salah satu pemenang medali Fields atau yang biasa dikenal hadiah Nobel di bidang matematika.

Caucher Birkar adalah satu dari empat pemenang Hadiah Nobel di bidang matematika. Para pemenang diumumkan dalam sebuah upacara di Rio de Janeiro, yang menjadi kota Amerika Latin pertama yang menyelenggarakan acara yang diadakan setiap empat tahun sekali tersebut.

"Saya berharap berita ini akan memberikan senyum di wajah 40 juta orang itu," kata Birkar, 40 tahun, seperti dilansir AFP.

Birkar bergelut di bidang geometri aljabar dan ia berharap Kurdi turut bangga atas pencapaiannya tersebut. Dia lahir di Provinsi Kurdi, Marivan yang terletak di dekat perbatasan Iran-Irak.

Birkar merupakan lulusan Teheran University sebelum mendapatkan kewarganegaraan Inggris. Sebelumnya, ia telah memenangkan hadiah Philip Leverhulme 2010 bagi lulusan terbaik para sarjana.

Selain Birkar para pemenang medali Fields adalah Peter Scholze dari Jerman, yang mengajar di Universitas Bonn baru berusia 30 tahun adalah salah satu pemikir paling berpengaruh di dunia dalam geometri aljabar aritmatika. Juga Alessio Figalli, seorang matematikawan Italia, 34 tahun, di ETH Zurich.

"Saya punya pekerjaan untuk 30 atau 40 tahun ke depan. Tetapi ada satu masalah yang saya harap bisa segera dipecahkan yaitu saya dan istri saya yang tinggal di kota yang sama," kata Figalli.

Akshay Venkatesh, seorang pemuda kelahiran India, yang dibesarkan di Australia yang memulai gelar sarjana dalam bidang matematika dan fisika di Universitas Western Australia ketika ia baru berusia 13 tahun.

"Banyak waktu, ketika mengerjakan matematika, kamu terjebak. Namun merasa istimewa untuk bekerja dengannya. Kamu memiliki perasaan transendensi dan merasa seperti telah menjadi bagian dari sesuatu yang benar-benar bermakna," kata Venkatesh.

Medali Fields mengakui prestasi matematika yang luar biasa dari kandidat yang berusia di bawah.(trz/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA