Arab Saudi Tangkap Dua Aktivis Perempuan

  • 02-08-2018 / 15:23 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Arab Saudi Tangkap Dua Aktivis Perempuan Badawi (tengah) ditangkap oleh Pemerintah Arab Saudi (Reuters)

ARAB SAUDI- Arab Saudi telah menangkap dua aktivis hak perempuan terkemuka. Dilansir Al Jazeera pada Rabu, (1/8), Human Rights Watch (HRW) mengatakan, pihak berwenang menangkap Samar Badawi dan Nassima Al Sadah, yang mengkampanyekan hak perempuan untuk mengemudi dan mengangkat sistem perwalian laki-laki, dalam dua hari terakhir.

"Penangkapan Samar Badawi dan Nassima Al Sadah menandakan Saudi melihat perbedaan pendapat sebagai ancaman terhadap aturan otokratis mereka," kata Direktur Divisi Timur Tengah Human Rights Watch, Sarah Leah Whitson.

Puluhan aktivis hak perempuan telah ditargetkan sejak Mei. Sebagian besar mengkampanyekan hak untuk mengemudi dan mengakhiri sistem perwalian laki-laki yang mengharuskan perempuan untuk mendapatkan persetujuan dari kerabat laki-laki untuk keputusan besar.

Badawi telah menerima Penghargaan International Women of Courage Award dari Amerika Serikat pada tahun 2012 karena menentang sistem perwalian. Ia merupakan salah satu perempuan pertama yang menandatangani petisi yang menyerukan kepada pemerintah agar mengizinkan perempuan untuk mengemudi, memilih, dan mencalonkan diri dalam pemilihan lokal.

Badawi juga saudara perempuan Raif Badawi, seorang aktivis hak asasi manusia terkemuka, yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada tahun 2014 atas tuduhan menghina Islam di blognya.

 

Sementara itu, Sadah, dari provinsi Qatif yang mayoritas beraliran Syiah, juga berkampanye untuk menghapus sistem perwalian dan hak untuk mengemudi. Dia adalah seorang kandidat dalam pemilihan lokal tahun 2015 yang melihat perempuan menjalankan pemilihan untuk yang pertama.

Namanya akhirnya dihapus oleh pihak berwenang saat pemilihan. Pada bulan Mei, pihak berwenang Saudi menangkap 10 aktivis hak perempuan, termasuk Eman Al Nafjan, Loujain Al Hathloul, Aziza Al Yousef, Aisha Al Manea, Ibrahim Modeimigh dan Mohammed Al Rabea.

Para pejabat mengatakan, tujuh orang telah ditangkap karena kontak mencurigakan dengan entitas asing dan menawarkan dukungan keuangan kepada musuh di luar negeri. Penangkapan lebih lanjut dapat dilakukan saat penyelidikan berlangsung.

Pada bulan Juni, Pemerintah Saudi mengakhiri larangan mengendarai mobil untuk perempuan sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi ekonomi dari minyak dan membuka gaya hidup Saudi yang tertutup.(ina/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA