Pamitan ke Wali Kota Solo, Sabar Gorky Seret Ban Mobil Sejauh 1,2 Km

  • 02-08-2018 / 15:36 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Pamitan ke Wali Kota Solo, Sabar Gorky Seret Ban Mobil Sejauh 1,2 Km LATIHAN: Pendaki difabel asal Solo, Sabar Gorky saat menarik beban menuju ke Balai Kota Solo, Kamis (2/8). (Ari Purnomo/jpc)

SOLO- Pendaki difabel asal Kota Solo, Sabar Gorky, akan berangkat untuk melakukan misi pendakian ke gunung Elbrus, Rusia pada 12 Agustus mendatang. Sebelum berangkat, Sabar pun melakukan latihan fisik yang cukup keras.

Salah satunya seperti yang dilakukannya saat hendak berpamitan dengan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, Kamis (2/8).

Saat menuju ke Balai Kota, Sabar tidak datang menggunakan kendaraan. Melainkan berjalan kaki mulai dari kawasan Ngarsopuro sampai dengan Balai Kota dengan jarak kurang lebih 1,2 kilometer.

Tidak hanya sekadar berjalan saja, tetapi Sabar sekaligus melakukan latihan fisik dengan menarik dua buah ban mobil. Dua ban yang diseret tersebut mempunyai beban lebih kurang 20 kilogram.

Sabar mulai perjalanan dari Ngarsopuro sekira pukul 11.30 WIB. Dalam perjalanannya, pendaki berkaki satu itu turut didampingi sejumlah relawan dari PMI dan SAR. Awalnya, Sabar menarik tiga buah ban mobil. Tetapi sampai di Gladak, satu buah ban dilepas karena dikhawatirkan akan terlalu membebani perjalanannya. Sengatan matahari yang cukup panas membuat keringat sabar semakin deras bercucuran.

Setelah sekira 30 menit perjalanan, Sabar dan relawan dari PMI tiba di Balai Kota. Kepada jpc, Sabar mengatakan, tujuan kedatangannya adalah tidak lain untuk berpamitan kepada orang nomor satu di Kota Solo tersebut.

"Selain itu saya juga ingin menyampaikan kepada pak Wali agar terus mendorong para difabel di Kota Solo agar bisa lebih berprestasi," ungkapnya.

Sementara itu, mengenai aksi yang dilakukannya tersebut, Sabar mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk latihan yang dilakukannya sebagai bentuk persiapan pendakian gunung Elbrus.

Sabar pun memilih waktu di siang hari untuk menguji kemampuan fisiknya. "Kenapa saya memilih waktu siang hari dan sekira jam 12.00 WIB, ini waktu yang berat. Jadi kalau tidak kuat biar drop di sini saja, jangan nanti pas saat naik gunung," ungkapnya.(apl/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA