Sembunyi di Hutan, 31 WN Bangladesh Tertahan di Dumai WN Bangladesh

  • 02-08-2018 / 15:48 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Sembunyi di Hutan, 31 WN Bangladesh Tertahan di Dumai  WN Bangladesh Sebanyak 31 WN asal Bangladesh diamankan TNI AL Dumai saat bersembunyi di hutan pesisir pantai Desa Silinsing Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, pada Kamis (28/7) lalu. (Istimewa)

DUMAI- Hingga kini, 31 warga negara asal Bangladesh masih berada di kantor Imigrasi Dumai, Riau. Belum jelas apakah mereka akan dideportasi atau tidak. Padahal, mereka sudah diamankan oleh TNI AL Dumai sejak Kamis (28/7) lalu.

Mereka diamankan petugas saat bersembunyi di hutan pesisir pantai Desa Silinsing Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Diduga kuat, mereka akan dibawa ke negara tetangga, Malaysia secara ilegal melalui jalur laut.

Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Mas Agus mengatakan, WN Bangladesh itu telah diserah terimakan oleh TNI AL Dumai kepada Imigrasi Dumai, pekan lalu.

Mereka diamankan petugas saat bersembunyi di hutan pesisir pantai Desa Silinsing Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Diduga kuat, mereka akan dibawa ke negara tetangga, Malaysia secara ilegal. (Istimewa)

"Ini sedang menunggu proses apa akan dideportasi atau apakah pendeportasian itu ditangani di wilayah Dumai. Tapi prinsipnya mereka sudah ditempatkan di rumah detensi wilayah Dumai," ujarnya kepada jpc, Kamis (2/8).

Saat ini, imigrasi Dumai masih mendalami tujuan WN Bangladesh yang terdiri dari 30 laki-laki dan satu perempuan, datang ke Dumai secara beramai-ramai. "Pendalaman nanti tergantung dari keterangan mereka, tentunya kalau wilayah Indonesia berarti mereka masuk dari negara tetangga juga," sebutnya.

Jika mereka terbukti memasuki Indonesia secara ilegal, maka terpaksa mereka akan dideportasi. "Kalau ilegal ada aturan lagi mereka akan dideportasi kemana. Minimal mereka akan dideportasi ke negara asal," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, 31 WNA diduga akan dikirim ke negara Malaysia secara illegal melalui jalur laut.

Penangkapan awalnya dilakukan oleh unit intel. Mereka menerima informasi dari masyarakat tentang rencana pengiriman WN Banglades dari Desa Silinsing yang akan dikirim menuju Malaysia.

Menindaklanjuti informasi tersebut, dua unsur patroli yang terdiri dari Sea Reder 1 dan Sea Rider 2, melaksanakan penyekatan di perairan Selinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis.

Kemudian tim darat yang terdiri dari personel Unit Intel Lanal Dumai melakukan pengintaian di sekitar hutan Silinsing jalan raya Dumai Pakning, Kecamatan Medang Kampai.

Setelah diadakan patroli laut selama dua hari di sekitar perairan Silinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis, tim Sea Rider 1 melihat sebuah speed boat melintas dengan kecepatan tinggi menuju darat Desa Silingsing.

Selanjutnya kedua tim Sea Rider melakukan pengejaran

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA