Hati-hati, Punya Mental Degradasi!

  • 14-05-2018 / 06:46 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Hati-hati, Punya Mental Degradasi! Catatan Wartawan Malang Post; Buari

Dalam dunia sepakbola, kita mengenal istilah tim bermental juara, atau pemain yang memiliki mental juara. Biasanya, pemain atau timnya ini langganan raih gelar juara, atau setidaknya pernah merasakan titel juara. Atau dalam lingkup lebih kecil, punya mental juara adalah pemain atau tim yang tidak mudah untuk dikalahkan dalam sebuah pertandingan.

Artinya, dalam kondisi sesulit apa pun, tim ini biasanya mampu keluar sebagai pemenang. Bahkan saat tertinggal gol lebih dulu, tim dengan mental juara mampu membalik keadaan. Tim ini tentunya dihuni oleh sederet pemain yang memiliki mental baja, tahan banting dan tak mau kalah. Mereka memiliki kemauan sangat kuat untuk bisa menang dan menang.

Nah, jika ada tim atau pemain dengan mental juara, saya berpikir sebaliknya. Yaitu tim dengan mental degradasi. Tentu diperkuat dengan barisan pemain dengan mental degradasi, alias bermental pecundang. Kabalikan dari mental juara, maka mental pecundang tak bisa memanfaatkan peluang besar yang harusnya menjadi sebuah kemenangan.

Misal saat menghadapi lawan yang tampil dalam kondisi tak full team, lalu dapat keuntungan bermain di kandang, mendapat dukungan penuh dari suporternya dan kondisi keuangan tidak ada masalah, tapi tetap saja tak bisa mempersembahkan kemenangan. Kondisi seperti ini, disadari atau tidak, rasanya sudah berakitan dengan mental.

Meski belum bisa dikatakan benar 100 persen, tim Arema perlu berhati-hati, lantaran mental degradasi itu bisa terbentuk, tanpa disadari. Maklum saja, sudah 8 laga dilakoni, baru mengemas satu kali kemenangan, tiga kali imbang dan empat kali kalah. Tim berjuluk Singo Edan ini, bisa jadi akan lupa caranya menang, yang terpikir hanya imbang atau kalah.

Artinya, terbentuk pola bahwa dalam sebuah pertandingan, berusaha menghindari kekalahan, atau coba mengejar hasil imbang, daripada kalah. Dan itu tidak hanya saat berlaga di luar kandang atau saat away, tapi juga dalam berlaga di kandang. Ya, itu karena tim ini sudah ‘terbiasa’ dengan hasil tersebut, dan seolah sudah terpatri berada di zona degradasi.

Tentu tidak ada satu tim pun yang mau berada di zona degradasi, tapi kondisi yang menciptakan. Tidak hanya dari internal tim ini sendiri, tapi faktor eksternal akhirnya juga mendukung. Artinya, semua tim lawan Arema, akan memposisikan tim kebanggaan Aremania ini adalah tim lemah yang mudah atau bisa dikalahkan, bahkan saat berlaga di Stadion Kanjuruhan.

Nama

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA