Bina Disiplin Siswa Dengan Character Camp

  • 06-08-2018 / 18:05 WIB - Editor: marga
  • Uploader:irawan
Bina Disiplin Siswa Dengan Character Camp APEL: Siswa SMPK Kolese Santo Yusup 1 Unit Dr. Sutomo saat acara apel dalam kegiatan Character Camp beberapa waktu lalu. (IST/MALANG POST)

MALANG- Beberapa hari yang lalu, seluruh siswa SMPK Kolese Santo Yusup 1 Unit Dr. Sutomo mengikuti kegiatan Character Camp. Selama tiga hari siswa dikenalkan kembali pada nilai-nilai karakter yang menjadi ciri khas Kolese Santo Yusup.

Tujuannya, sebagai penguat terhadap nilai-nilai moral yang diajarkan selama ini di sekolah.  Waka Humas SMPK Kolese Santo Yusup 1, Herningtyas Nurwulansari, S.Pd mengatakan, siswa baru dan siswa lama seluruhnya diikut sertakan dalam kegiatan.

Bagi siswa baru, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang digelar pada (16/7) lalu. "Sementara untuk siswa lama, ini bagian dari upaya penguatan kembali terhadap seluruh nilai moral yang telah diajarkan oleh guru," ujarnya.

Ia memaparkan, ada beberapa nilai karakter yang menjadi ciri khas siswa Kolese Santo Yusup. Yaitu disiplin, taat, kasih dan kerjasama. Sehingga pada saatnya nanti lulusan SMPK Kolese Santo Yusup 1 sudah tidak diragukan lagi kedisiplinan dan kemampuannya berkerjasama dengan orang lain.

“Karena anak-anak kami memiliki ambisi yang positif untuk mencapai kesuksesan. Oleh Karena itu perlu disadarkan bahwa untuk berhasil tidak bisa sendiri perlu peran serta orang lain,” terangnya.  

Bagi siswa baru, lanjut Tyas, Character Camp menjadi pendidikan dan pengalaman untuk bersikap mandiri. Jika selama SD masih banyak  bergantung pada orangtua, maka setelah memasuki SMP harus bersikap lebih mandiri.

"Minimal dalam mengurus diri sendiri," imbuhnya. Selama kegiatan yang mengusung tema ‘bertumbuh bersama’ ini, juga dilaksanakan agenda Orientasi Pengenalan Kepramukaan (OPK). Harapannya, siswa baru semakin bisa menyesuaikan dengan program yang ada di SMPK Kolese Santo Yusup 1.

"Yang dipentingkan itu sebenarnya poin ajaran yang ada dalam pramuka itu sendiri," tukasnya.  Selain itu juga ada penggalian potensi peserta didik baru. Tujuannya sebagai penggalian bakat yang dimiliki, sehingga guru dapat mengarahkan pada program ekstra tertentu yang sesuai dengan bakat masing-masing siswa baru.

Termasuk mereka yang berpotensi di bidang akademik. “Kami konsisten dengan penerapan K-13 yang membimbing siswa tidak hanya sampai pada tingkat pemahaman dan praktek. Tapi mereka juga mampu menilai, mengevaluasi dan pada akhirnya mereka bisa mencipta,” pungkasnya. (mp1/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA