Ini Namanya Pagar Makan Tanaman, Tiga Satpam Kompak Mencuri...

  • 27-04-2018 / 01:06 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
  • dibaca:575
Ini Namanya Pagar Makan Tanaman, Tiga Satpam Kompak Mencuri... Polsek Singosari menunjukkan tiga satpam PT Bintang Lima Wijaya, Desa Tunjungtirto, Singosari yang melakukan pencurian di perusahaan yang dijaganya.

MALANG- Polsek Singosari mengungkap pencurian berbagai mesin di gudang PT Bintang Lima Wijaya, Jalan Perusahaan, Desa Tunjungtirto, Singosari. Tiga pelakunya berhasil ditangkap. Yang mengagetkan, mereka adalah satpam perusahaan itu sendiri.

Yakni Mahfud Suwanto, 49, warga Jalan LA Sucipto XII Malang, Supriyadi, 49, warga Dusun Plambesan, Desa Tunjungtirto, Singosari dan Anang Wibowo, 31, warga Dusun Juwetmanting, Desa Parangargo, Wagir.

Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, Rabu (25/4) dini hari. Kali pertama, polisi menangkap Supriyadi. Berikutnya, Mahfud dan Anang. “Kita juga mengamankan berbagai barang bukti,” ungkap Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Rianto.

Mulai dari 13 unit mesin sinder penanam jagung, 7 unit tangki elektrik penyemprot padi, 5 buah kunci palsu, 1 unit mobil Suzuki Katana, 1 motor Yamaha N Max serta uang tunai Rp 6 juta yang diduga dari hasil penjualan beberapa barang curian.

“Perusahaan itu melaporkan pencurian Senin (23/4) lalu. Setelah kami lakukan penyelidikan, baru Rabu (25/4), kami tangkap para pelakunya di rumah masing-masing, dengan barang buktinya sekaligus,” ucap dia kepada Malang Post.

PT Bintang Lima Wijaya sendiri, bergerak dalam bidang produksi gagang tembakau serta menjual alat pertanian. Dalam laporannya, gudang sudah terbuka dan mesin sinder penanam jagung hilang dari dalam gudang, sebanyak 60 unit dengan total kerugian Rp 60 juta.

“Tiga tersangka ini menghilang setelah peristiwa terjadi. Setelah ditangkap, para pelaku mengakui perbuatannya. Mereka memakai kunci palsu untuk membuka gudang tempat penyimpanan mesin sinder penanaman jagung,” paparnya.

Setelah berhasil masuk ke dalam gudang, ketiga pelaku mengangkut mesin-mesin itu ke dalam mobil Katana serta melarikan diri. “Para pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tutup Untung. (fin/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA