Dituding Curang Saat Pemilihan, Perdana Menteri Kamboja Siap Mati

  • 07-08-2018 / 10:21 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Dituding Curang Saat Pemilihan, Perdana Menteri Kamboja Siap Mati Setelah kembali terpilih, Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen menolak klaim bahwa hasil pemilu bulan lalu telah dipalsukan (Samran Pring/Reuters/jpc)

KAMBOJA- Setelah kembali terpilih, Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen menolak klaim bahwa hasil pemilu bulan lalu telah dipalsukan. Kemenangannya bulan lalu banyak dikritisi namun dia dengan tegas mengatakan, hasil pemilu tersebut akurat bahkan dia bersumpah untuk mati jika akurasinya memang tidak terbukti.

Hun Sen mengklaim, partainya Partai Rakyat Kamboja memenangkan total 125 kursi parlemen dalam pemilihan 29 Juli lalu yang dinilai cacat. Hal itu telah menyatukan Kamboja sebagai negara satu partai yang otomatis memperpanjang kekuasaan PM Hun Sen menjadi 33 tahun.

Terkait itu, para tokoh oposisi menyerukan boikot terhadap pemungutan suara setelah oposisi utama Cambodia National Rescue Party (CNRP) dibubarkan tahun lalu. Hal tersebut dilakukan karena adanya tindakan keras yang menuduh salah satu pemimpinnya telah berkhianat.

Perdana Menteri Kamboja Siap Mati

Sekitar 6,9 juta suara telah diberikan dalam pemiihan nasional Kamboja. Namun hampir 600 ribu surat ditemukan telah rusak (Dyah Ratna Meta Novia/JPC)

Jumlah pemilih dalam pemilu bulan lalu sebanyak 82 persen, hal itu yang membuat Hun Sen mengabaikan kampanye. Namun para pengamat independen tidak ambil bagian dan menunjukkan adanya intimidasi terhadap pemilih.

Dalam sebuah pidatonya di depan para atlet di Phnom Penh, Hun Sen membantah telah berlaku curang dengan menggelembungkan jumlah pemilih. Dia kemudian menantang para pemimpin oposisi untuk bergabung dengannya, Hun Sen juga bersumpah atas hidupnya atas klaim tersebut.

"Saya bersumpah untuk mati dalm kondisi apapun termasuk dalam kecelakaan mobil, kecelakaan pesawat, tersengat listrik, sambaran petir, apa pun yang menyebabkan kematian. Apakah kamu berani bersumpah atau tidak? Mereka yang telah menduga pemilih jumlahnya digelembungkan, silakan bersumpah. Bersumpahlah untuk mati bersama-sama," ungkapnya dalam pidato tersebut seperti dilansir Channel News Asia, Selasa, (7/8).

Sekitar 6,9 juta suara telah diberikan dalam pemiihan nasional Kamboja. Namun hampir 600 ribu surat ditemukan telah rusak. Hal itu disebut-sebut sebagai tanda perlawanan terhadap pemungutan suara yang diklaim palsu dan tidak sah oleh anggota oposisi.(trz/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA