Proyek Disneyland Ala Hary Tanoe Rampung di 2022

  • 07-08-2018 / 10:30 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Proyek Disneyland Ala Hary Tanoe Rampung di 2022 Hary Tanoesoedibjo (Dok.jpc)

JAKARTA- Perusahaan properti milik konglomerat Hary Tanoesudibjo, PT MNC Land Tbk (KPIG) berencana untuk melakukan konstruksi awal (ground breaking) proyek theme park sekelas Disneyland di Lido, Sukabumi pada awal 2019 mendatang.

Direktur Utama MNC Land Hary Tanoe menjelaskan, Theme Park bernama MNC Lido Resort yang menyerupai Disneyland itu akan rampung pada 2022 mendatang dengan nilai investasi awal mencapai Rp 1 triliun.

"Infrastrukturnya kan pertama kali di demolish semua hotelnya dan golfnya kita rubuhkan landscapenya kita perbaiki infrastrukturnya kita bangun sekarang dalam proses memasuki tahap konstruksi. Baru kemudian yang lain-lain, lido juga demikian tahapan-tahapannya,” ujarnya di kantornya seperti diberitakan Selasa (7/8).

Sementara, Wakil Direktur M Budi Rustanto mengatakan, desain proyek tersebut telah rampung dan diharapkan dapat menjadi nilai tambah untuk destinasi wisata Indonesia, khususnya menambah devisa negara.

"Ini komitmen kita naikkan Lido. Ini akan jadi destinasi dunia. Meningkatkan devisa, mengurangi wisatawan Indonesia ke luar negeri. Karena itu akan menggantikan fungsi dari wahana terbaik di Asia. Theme park kita ini desainernya Disneyland. Konsultannya Disney. Enggak akan beda tapi namanya saja beda, MNC Lido Resort. Baru mulai tahun depan rampung 2,5 tahun, (selesainya) 2022,” tuturnya.

Direktur Keuangan Erwin R Andersen juga mengatakan, selain melaksanakan proyek pembanguan theme park tersebut, pada periode yang sama perseroan juga menargetkan untuk melakukan konstruksi proyek villa, residence serta lapangan golf yang berlokasi di Bali.

               Dalam waktu dekat, proyek yang akan dirampungkan oleh perseroan yaitu bangunan hotel dan kantor Park Hyatt di Menteng, Jakarta Pusat.

"Tahun depan itu banyak pengeluaran, tapi kalau tahun ini rencana anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun total semua proyek," katanya.

Dengan dirampungkannya proyek tersebut, kata Erwin, perseroan memperkirakan pertumbuhan pendapatan (revenue) pada tahun ini meningkat hingga 10 persen. Pada akhir 2017, pendapatan perseroan mencapai Rp 938,17 miliar.

"Kalau Park Hyatt ini selesai di November maka akan bantu ke revenue. Kemudian yang di Surabaya, kami juga sudah grand opening ya apartemennya yang One East jadi kami bisa mengejar revenue dari itu," tandasnya.(mys/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA