Warga Cibarusah Tuntut Pemerintah Beri Solusi Permanen

  • 07-08-2018 / 10:51 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Warga Cibarusah Tuntut Pemerintah Beri Solusi Permanen Musibah kekeringan melanda Desa Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat (Dery Ridwansah/jpc)

JAWA BARAT- Pemerintah Kabupaten Bekasi hanya mampu memberikan solusi yang bersifat sementara bagi warga Kecamatan Cibarusah yang menderita kekeringan. Setiap musim kemarau tiba, masyarakat hanya disuguhi bantuan air bersih dari tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Warga Desa Sirnajati, Acih, 42, mengaku terbiasa dengan bencana yang dialaminya setiap tahunnya itu. Namun, di balik kepasrahannya, dia memiliki tuntutan kepada pemerintah.

“Kita harapannya nggak hanya bantuan sementara terus. Adain dong yang pencegahan, permanen,” ujarnya saat ditemui JawaPos.com di Kali Cipamingkis, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/8).

Wajahnya terlihat letih, pasalnya setiap hari harus menuruni kali dan menggal bebatuan dengan tangannya sendiri. Setelah menggali, dia juga memandikan anak-anaknya serta mencuci baju di kali besar yang kini kering kerontang itu.

“Kalau saja ada waduk, tapi nggak tahu juga bakal ada airnya atau tidak nanti. Tapi ya jangan cuma bantuan-bantuan saja,” tandas Acih.

Senada dengan ibu yang memiliki tiga anak itu, pihak kecamatan juga berharap hal yang sama datang kepada wilayahnya. Bantuan yang bersifat sementara seharusnya diimbangi dengan solusi yang permanen.

Pemkab Bekasi sendiri dituntut untuk memecahkan persoalan yang tak kunjung sejak belasan tahun tersebut. Mereka meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera memperluas jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Soal teknis diserahkan ke pihak PUPR, apakah bisa memungkinkan dibikin waduk, apakah dibikin jaringan PDAM ke sana atau gimana,” kata Kasie Trantib Kecamatan Cibarusah Iman Arachman kepada JawaPos.com di kantornya pada hari yang sama.

Menurutnya, PDAM pernah membuat jaringan air bersih di sekitar kecamatan paling luar dari Bekasi itu. Tetapi entah mengapa hingga saat ini, air belum terdorong sampai ke wilayah Cibarusah yang kekeringan.

“Entah kenapa belum sampai sekarang. Karena yang saya tahu juga PDAM masih menggarap pipa-pipanya kan. Nanti mudah-mudahan ke depan pembangunan jaringan selesai, air bisa terdistribusi ke wilayah kekeringan. Jadi kemarau datang kita tidak perlu lagi mengirim bantuan,” tuturnya.

Sebagai informasi, belasan ribu warga di tiga desa, yakni Sirnajati, Ridogalih, dan Ridomanah terdampak kekeringan setiap tahun. Pemkab rutin mendistribusikan air bersih untuk tiga desa yang mengalami kekeringan pada bulan Juli, Agustus, September hingga Oktober itu. Kegiatan tersebut dilakukan oleh BPBD dengan 3-4 tangki yang berisi 5.000 liter sekali pengiriman. (yes/Yesika)(yes/JPC/bua)

 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA