Bawa Nama Malang Berkibar di Thailand

  • 08-08-2018 / 11:03 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:dinda
Bawa Nama Malang Berkibar di Thailand SUKSES: Daffa Atha Arkana, Murisna Anara dan M. Alfarizqy berprestasi di tingkat internasional dalam ajang IJMO. Ist

MEMBANGGAKAN! Tiga siswa SD Islam Sabilillah kembali membawa pulang medali pada ajang International Junior Math Olympiad (IJMO) 2018 di Thailand beberapa waktu lalu. Mereka adalah Daffa Atha Arkana (medali perak), Murisna Anara (perunggu), dan M. Alfarizqy (perunggu). Mereka mampu mengharumkan nama Indonesia dan Kota Malang pada ajang bergengsi IJMO yang diikuti 13 negara itu. Dalam waktu 90 menit, mereka mampu menaklukkan 30 soal terdiri dari pilihan ganda dan uraian.

“Alhamdulilah, dari tiga siswa yang kami kirim ketiganya mampu membawa pulang medali. Luar biasa, terutama bagi Murisna Anara dan M. Alfarizqy lantaran ini olimpiade pertama mereka tingkat internasional dan langsung mendapat perunggu,” ujar Humas SD Islam Sabilillah Malang, Qoni’ah Agustina, S.Pd kepada Malang Post.

Prestasi ketiga siswanya tersebut patut disyukuri, terlebih mereka harus bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara dan menaklukkan soal-soal olimpiade dengan tingkat kesulitan tertentu. Namun perolehan ini juga tak lepas dari usaha sekolah yang secara rutin melakukan pembinaan di kelas olimpiade.

Pembinaan dilakukan setiap hari dengan durasi antara 30 menit hingga 1 jam dan akan bertambah porsinya jika menjelang olimpiade. Bahkan tak jarang siswa di kelas olimpiade akan dibina pada kegiatan pagi, sepulang sekolah atau bahkan saat liburan.

“Yang tak kalah penting adalah support orang tua kepada ketiga siswa ini mulai dari pemberangkatan hingga pulang. Bahkan tak jarang mereka menanyakan kapan jadwal pembinaan apabila belum ada, ketika liburan dan harus dibina di sekolah mereka pun juga setuju dan mendukung,” ungkap Qoni’ah.

Sementara itu, peraih medali perak, Daffa Atha Arkana, mengungkapkan, selama mengerjakan soal olimpiade Matematika tidak mengalami kesulitan yang berarti. Semua dianggap mudah dan dikerjakan dengan tenang.

“Karena sudah sering belajar soal-soal Matematika di sekolah, dan di rumah,” ungkap Daffa.

Ia melanjutkan, ketika di rumah belajar soal Matematika ini dilakoninya sepulang sekolah dengan durasi satu hingga dua jam secara rutin. Bahkan setelah IJMO selesai, Daffa kini juga tengah mempersiapkan diri untuk ikut olimpiade Matematika pada Australian Mathematics Competition (AMC) Hongkong bulan ini.

“Persiapannya belajarnya ditambah dan berdoa, itu saja karena sudah sering ikut lomba,” tegasnya. (lin/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA