Rawan Kebakaran, Banyak Gedung Bertingkat Tak Diproteksi

  • 08-08-2018 / 23:10 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:angga
  • dibaca:63
Rawan Kebakaran, Banyak Gedung Bertingkat Tak Diproteksi Bangunan bertingkat milik swasta harusnya mengikuti gedung pemerintahan seperti Balai Kota Among Tani di Kota Batu yang memenuhi standar SLF. (M Firman/Malang Post)

MALANG - Ternyata masih banyak gedung publik di Malang Raya yang tak steril bahaya kebakaran. Di Kota Malang contohnya, banyak gedung yang tak  diproteksi. Sedangkan di Kabupaten Malang terdapat pabrik yang belum memenuhi standarisasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 

Kepala Seksi Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya DPUR Kota Malang, Sahabuddin, ST, MT mengungkapkan saat ini baru 17 gedung di kota pendidikan ini yang sudah memiliki serifikat laik fungsi (SLF).  “Poin keamanan dan keselamatan kami cek setiap kali hendak menerbitkan SLF. Salah satu poinnya tentang proteksi jika terjadi kebakaran,” jelasnya. 

Saat ini pihaknya sedang memproses SLF delapan gedung publik komersial. Sebagian besar yang akan diperiksa tahun ini bangunan mall dan hunian seperti apartemen hingga hotel.

“Kalau gedung lebih dari 200 meter persegi luasnya harus diberikan perangkat sprinkle (alat pemantik air yang bereaksi ketika ada asap). Selain itu juga harus ada alat pemadam api ringan yang dapat disemprot 3 kilometer,” ungkap Sahabuddin.

Ia menjelaskan gedung dengan lantai lebih dari dua harus menempatkan perangkat hydrant pada tiap lantainya. Juga menempatkan hydrant halaman. Hal-hal inilah yang diperhatikan saat melakukan inspeksi gedung sebelum mengeluarkan SLF.

Khusus perkantoran, Sahabuddin menerangkan Balai Kota Malang dan pusat perkantoran terpadu di Kedungkandang  telah memiliki sistem hydrant dan jalur evakuasi. Ia mengimbau agar kantor pemerintahan lainnya mengajukan permohonan inspeksi SLF. Seperti kantor kecamatan dan keluarahan.

Sementara itu di Kabupaten Malang, mayoritas perusahaan diduga belum memenuhi standarisasi APAR. Dari data yang dimiliki Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran (PPBK) Satpol PP Kabupaten Malang, hanya satu perusahaan yang rutin melakukan pengecekan APAR.

Perusahaan itu ialah Lawangmas Primapack yang terbakar, Selasa (7/8) lalu. Perusahaan yang memproduksi plastik kemasan itu selalu berkoordinasi dengan PPBK Satpol PP Kabupaten Malang terkait pengecekan APAR.

Kabid PPBK Satpol PP Kabupaten Malang Goly Karyanto mengatakan, perusahaan lain belum menggandeng pihaknya untuk pengecakan APAR. Alasannya mereka bisa melakukan pengecekan APAR kepada pihak ketiga.

“Bisa saja mengecek dan menakar ulang APAR bersama pihak ketiga dalam hal ini swasta. Namun, yang perlu diingat bahwasanya penanggulangan kebakaran merupakan tanggungjawab kami. Selain itu, kami juga paling kompeten terkait APAR ini,” paparnya.

Ia juga membeber banyak perusahaan kurang maksimal memenuhi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Di Kota Batu, salah satu permasalahan yang dihadapi yakni

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA