Dosen UM Ciptakan Alat Kontrol Air Ledeng

  • 09-08-2018 / 09:46 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:dinda
Dosen UM Ciptakan Alat Kontrol Air Ledeng SERAH TERIMA: Tim dosen UM melakukan serah terima dan pemasangan alat di Desa Gadungsari. Ist

MALANG- Warga Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo kini bisa menikmati air berkualitas. Berkat dua dosen UM, warga kini tak perlu khawatir kekurangan air ketika musim kemarau panjang. Dua dosen Teknik Elektro UM Irham Fadlika dan Irawan Dwi Wahyono mengenalkan alat yang bisa memecahkan masalah air di sana.

“Hal ini perlu dilakukan karena proses pengelolaan air di desa Gadungsari tersebut masih menggunakan teknologi konvensional dengan cara mengambil air dari sumber dan kemudian disalurkan ke setiap rumah warga. Ditambah masih belum adanya proses filtrasi air untuk menentukan kadar kelayakan air sebelum dikonsumsi, terutama pada saat musim hujan,” ungkap Irham kepada Malang Post.

Tujuan alat kontrol air ledeng ini adalah mempermudah proses filtrasi untuk meningkatan kualitas kejernihan air sehingga lebih layak untuk dikonsumsi. Alat ini juga bermanfaat untuk pengisian air berdasarkan debit dan jadwal pengaliran serta proses penjernihan air secara otomatis dengan menggunakan sensor jarak dan sensor cahaya. Selain itu, efisiensi waktu dan tenaga untuk tidak sesering mungkin menguras tandon air maupun bak kamar mandi.

Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM dan juga Kemristekdikti melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Dimana proses pembuatan hingga pengujian alat dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro UM. Setelah alat terbukti sudah teruji dengan baik maka dilakukan serah terima dan pemasangan alat di Desa Gadungsari, sekaligus dilakukan evaluasi operasional dan sosialisasi petunjuk penggunaan kepada pihak pengelola HIPAM, (15/7/18).

“Diharapkan dengan adanya alat ini, permasalahan desa Gadungsari khususnya untuk menyediakan jasa layanan air yang layak dan efisien dapat terpenuhi. Selain itu, alat ini juga dapat menjadi referensi pengelolaan air pada lokasi-lokasi lainnya yang mengalami permasalahan serupa,” tutup Irawan. (sir/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA