Dari SMP NU Pakis untuk Lombok

  • 09-08-2018 / 09:48 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:dinda
  • dibaca:107
Dari SMP NU Pakis untuk Lombok PEDULI : Sorang siswa SMP NU Pakis menggalang dana sosial untuk korban bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat. // FOTO : IST

MALANG- Gerakan Peduli Lombok menggelora dari SMP NU Pakis. Seluruh civitas sekolah bergerak untuk membantu korban bencana tersebut. Aksi dimulai sejak Senin lalu hingga beberapa hari ke depan. Mereka dengan sadar dan penuh keikhlasan menggalang dana untuk disalurkan ke Lombok.

"Hari Senin saat upacara, kami langsung menggalang bantuan sebagai bentuk kepedulian pada mereka," ucap Kepala SMP NU Pakis Junaedi, S.Pd.

Respon siswa terhadap aksi sosial ini sangat besar. Di hari pertama saja, tidak kurang dari Rp 3 juta dana yang berhasil dikumpulkan. Hal ini menunjukkan, besarnya keprihatinan guru dan siswa terhadap para korban, yang hingga saat ini masih dalam tahap pencarian.

"Kami juga bekerja sama dengan SMA dan SMK NU Pakis yang satu lokasi," ungkapnya.

Hingga hari ini sampai beberapa hari kedepan, penggalangan dana dari SMP, SMA dan SMK NU Pakis terus dilakukan. Rencananya, setelah semua dana terkumpul akan disalurkan melalui Laziz NU Pakis.

"Kami berikan melalui Laziz, untuk selanjutnya ditransfer bersama bantuan dari pihak lain," ungkapnya.

Pria lulusan IKIP Malang (UM,Red) ini menjelaskan, aksi sosial terhadap korban bencana merupakan media yang efektif untuk mendidik siswa. Dalam aksi tersebut terdapat pendidikan karakter yang penting diajarkan pada siswa. "Dengan cara ini kami bisa mengajarkan kepada anak-anak bagaimana membantu orang lain. Sehingga dalam jiwa mereka tumbuh rasa peduli pada saudara yang membutuhkan uluran tangan kita," terangnya.

Ia berharap dari apa yang bisa pihaknya berikan kepada korban bencana menjadi sesuatu yang berarti. Sehingga bermanfaat untuk keperluan hidup mereka. “Bantuan kami hanya berupa uang, karena kalau barang terkendala dengan jarak. Sementara kebutuhan mereka sangat mendesak,” imbuhnya.

Tidak hanya bencana gempa bumi di Lombok, bahkan musibah yang melanda rakyat Palestina pun juga menjadi perhatian guru dan siswa SMP NU Pakis. "Saat hak-hak rakyat Palestina terjajah dengan dipindahnya Dubes Israel ke Yerussalem, kami melakukan aksi di sepanjang Jalan Raya Pakis hingga doa bersama. Setiap ada isu-isu soal kita selalu spontan, tanpa menunggu komando," tutur Junaedi. (mp1/sir/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA