Mengenal Kondisi Kulit Bayi Usia 0-2 Tahun yang Kaya Akan Stem Cell

  • 09-08-2018 / 10:55 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Mengenal Kondisi Kulit Bayi Usia 0-2 Tahun yang Kaya Akan Stem Cell kulit bayi, jenis kulit bayi, cara merawat kulti bayi, jenis kulit anak, Ilustrasi memeriksa kondisi kulit anak pada usia 0-2 tahun. (Istimewa)

JAKARTA- Sejak lahir dan selama masa pertumbuhan, tak jarang bayi menderita gangguan kulit. Ruam ASI, ruam popok, iritasi, dan kemerahan umum terjadi karena kulit bayi lebih sensitif dan rentan terhadap lingkungan sekitarnya.

American Academy of Family Physicians (AAFP) menjelaskan bahwa gangguan kulit adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami bayi dengan prevalensi mencapai 70 persen sehingga menjadi sumber kekhawatiran yang besar bagi orang tua. Maka sebuah produk perawatan kulit bayi, Mustela menggandeng dokter spesialis kulit, anak, toksikologi, alergi, ginekolog dan apoteker untuk melakukan riset terhadap kulit 200 bayi selama lebih dari 10 tahun.

Hasil dari riset Mustela yang dipublikasi di British Journal of Dermatology menunjukkan bahwa kulit bayi berumur 0-2 tahun memiliki beberapa perbedaan utama dibandingkan kulit dewasa.

Perbedaan yang paling terlihat adalah lapisan kulit yang rapuh. Lapisan pelindung kulit bayi masih belum matang dan sangat rapuh, sehingga perlu dilindungi dan diperkuat. Kulit bayi dibawah 2 tahun juga cenderung kering, sehingga perlu terus dijaga kelembabannya sejak lahir.

Riset Mustela juga menemukan bahwa kulit bayi menyimpan kekayaan stem cell yang berperan untuk regenerasi kulit dan menentukan kualitas kulit bayi hingga dewasa nanti. Akan tetapi, karena berbagai faktor lingkungan seperti polusi udara, sinar UV dan penggunaan bahan kimia, jumlah stem cell kulit menurun drastis sejak bayi lahir hingga usianya 2 tahun. Riset Mustela juga menemukan bahwa bayi terlahir dengan jenis kulit yang berbeda-beda.

“Saat-saat merawat bayi seharusnya menjadi momen keakraban yang spesial antara ibu dan anak. Namun tidak jarang momen ini terganggu karena timbulnya kekhawatiran akan banyaknya gangguan kulit yang dapat menimpa bayi. Kita harus paham, masing-masing bayi mempunyai karakteristik kulit yang berbeda," kata Brand Manager Mustela Indonesia, Mohamad Nurhadi dalam konferensi pers, Rabu (8/8).

Brand Ambassador Mustela dan Dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan Reisa Broto Asmoro, bercerita untuk merawat kulit bayi dirinya menggunakan produk yang telah teruji klinis. Dia pun selalu berusaha mengenali gangguan pada kulit anaknya sebelum mengaplikasikan krim atau produk yang cocok.

"Mengenali jenis kulit anakku adalah langkah pertama untuk melindungi kulitnya, baru setelah itu mana produk yang cocok untuk kulit kering, ruam-ruam dan alergi atopik," jelas Reisa.(ika/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA