Denny Diberhentikan dari Jabatan Kasi Logistik BPBD

  • 10-08-2018 / 00:21 WIB - Editor: marga
  • Uploader:abdi
Denny Diberhentikan dari Jabatan Kasi Logistik BPBD MALU: Denny Eko Setiawan berusaha menutupi wajahnya ketika hendak dibawa petugas Kejari Kepanjen. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG- Denny Eko Setiawan, tidak hanya meringkuk dalam penjara karena dugaan korupsi pengelolaan tanah aset daerah, ketika menjabat Lurah Dampit tahun 2014-2016. Kasi Logistik BPBD Kabupaten Malang ini, juga langsung menerima sanksi administrasi. Ia diberhentikan dari jabatannya.

“Secara otomatis tanpa menunggu penyidikan langsung diberhentikan sementara dari jabatannya,” ungkap Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti. Dikatakannya, pemberhentian sementara untuk Denny ini, paling lambat dilakukan pada bulan September mendatang.

Sehingga selama sebulan ini, jabatan Kasi Logistik BPBD Kabupaten Malang kosong sementara waktu. Sedangkan untuk proses hukumnya, Inspektorat menyerahkan sepenuhnya kepada JPU Kejari Kepanjen. “Selain diberhentikan sementara, Denny juga diberikan satu kali gaji sebesar 50 persen,” tegasnya.

‘Setelah itu untuk gaji distop. Sanksi administrasi tersebut, sesuai dasar Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, sekaligus PP nomor 11 tahun 2017 tentang managemen ASN,” jelas Tridiyah. Seperti diketahui, Kejari Kepanjen, Rabu (8/8) lalu menahan tiga mantan Lurah Dampit.

Penahanan ketiganya, setelah penyidik Pidana Khusus menetapkannya sebagai tersangka. Mereka dikirim ke LP Lowokwaru atas dugaan korupsi pengelolaan tanah asset daerah. Ketiganya adalah Zarkasi, S.Sos, 58, warga Desa Banjarejo, Pakis, mantan Lurah Dampit tahun 2010.

Zarkasi, jadi tersangka karena dianggap telah merugikan negara sebesar Rp 42,9 juta. Kemudian Dra. Lis Indra Cahya, 57, warga Kelurahan/Kecamatan Dampit yang merupakan mantan Lurah Dampit periode 2011- 2013.  Lis ikut jadi tersangka karena merugikan negara sebesar Rp 117,5 juta.

Lalu, Denny Eko Setiawan, 37, warga Jalan Segaluh Indah, Kelurahan/Kecamatan Dampit. Mantan Lurah Dampit periode 2014- 2016 ini, telah merugikan negara sebesar Rp 571,5 juta.  “Kami akan melakukan perhitungan juga. Apakah kerugiannya memang seperti itu. Perhitungan ini juga kami lakukan pada kelurahan lainnya,” ungkap dia.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, dikonfiirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar jika anak buahnya ditahan oleh Kejari Kepanjen. Terkait dengan penahanannya itu, Bambang akan berkoordinasi dengan Inspektorat, termasuk menyerahkan sanksi administrasinya.

Pernah Terlibat Penganiayaan

Sermentara itu, kasus hukum yang menjerat Denny tidak hanya sekali ini. Sebelumnya pernah dilaporkan ke Polsek Dampit ketika masih menjabat sebagai Lurah. Tuduhannya melakukan penganiayaan terhadap Rosydin, sopir truk warga Ampelgading. Ketika itu, korban mengendarai truk yang mengangkut perlengkapan sound system.

Ketika melintas di Jalan Raya Dampit, oleh Denny dihentikan. Alasannya karena korban melanggar rambu lalu lintas. Karena merasa

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA