Buruh Serabutan Suka KDRT

  • 10-08-2018 / 00:34 WIB - Editor: marga
  • Uploader:abdi
  • dibaca:33
Buruh Serabutan Suka KDRT ilustrasi (net)

CINTA memang tak mempunyai mata. Tapi, manusia bisa dikaruniai akal untuk mencegah dirinya disakiti orang lain. Amel, 48, ibu rumah tangga, warga Klojen Kota Malang, harus menunggu sampai 20 tahun, untuk menceraikan Ronald, 56, suami yang memukul serta berkata-kata kasar kepadanya.

Pada Juni 1997, Amel menerima pinangan Ronald dengan janji hidup bersama dalam susah dan senang. Sebagai wanita muda yang masih naif, Amel menerima saja pinangan Ronald, walaupun pekerjaan suaminya hanya buruh harian lepas.

Asalkan dia bisa bersama Ronald, Amel siap menjalani kehidupan yang pas-pasan. Awalnya, Amel tak mempermasalahkan pekerjaan Ronald sebagai buruh harian lepas. Asalkan dia dan Ronald bisa makan, Amel tak protes.

Soal atap yang melindungi dari hujan dan panas, Amel dan Ronald juga sempat tinggal bersama orangtua. Mereka akhirnya menempati rumah kontrakan walaupun harus berjuang menabung.

Kehidupan mereka pun mulai berubah saat ada anak yang hadir dalam pernikahan sederhana ini. Biaya hidup yang kian mahal dari tahun ke tahun, membuat sikap dan temperamen Ronald berubah. Begitu Amel melahirkan anak kedua, Ronald benar-benar bukan lagi pria yang sama saat dinikahi tahun 1997.

Dia gemar memukul setiap Amel menagih nafkah untuk makan. Belum lagi, biaya kontrak rumah dan uang sekolah, semakin menekan Ronald. Akibatnya, Amel menjadi sasaran tembak Ronald yang stres karena kebutuhan finansial.

Pada akhirnya, Ronald pun semakin malas mencari uang sehingga Amel selalu mengomel. Pertengkaran hebat terjadi pada November 2017, Ronald akhirnya minggat dari rumah tersebut dan tinggal bersama saudaranya.

Ronald meninggalkan Amel untuk menghidupi kedua anaknya. Tak tahan dengan situasi ini, Amel akhirnya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Malang. Hakim mengabulkan permintaan cerai Amel. (fin/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA