Peduli Aktivitas Budaya Desa Donowari

  • 10-08-2018 / 10:11 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:dinda
  • dibaca:56
Peduli Aktivitas Budaya Desa Donowari PERESMIAN: Ketua KKN 127 UMM, Mukhamad Hasannudin bersama pengurus paguyuban (tengah) dan Kepala Desa Donowarih Joko dalam gebyar rakyat untuk meresmikan Paguyuban Bima Sakti.Ist

KARANGPLOSO- Akhirnya, masyarakat Desa Donowari Kecamatan Karangploso Malang dapat mengembangkan budaya pencak silat melalui paguyuban campursari Bima Sakti. Paguyuban ini diresmikan melalui gebyar rakyat yang diselenggarakan mahasiswa KKN 127 UMM.

Paguyuban Bima Sakti sebelumnya bernama Sarindo Joyo, yang diambil dari nama sesepuh pertama penghuni dusun Mboro Gragal " bedah krawang ". Sempat mengalami kendala dan vakum beberapa waktu, mendorong mahasiswa KKN 127 UMM turut andil membangun semangat warga melalui paguyuban ini.

“Masyarakat dusun ini memiliki kekayaan nilai budaya karena sudah terbentuk lama, tetapi dalam pergerakannya perlu penyegaran. Sehingga dengan nama baru ini dapat memberi semangat baru,” ujar Ketua KKN 127 UMM, Mukhamad Hasannudin kepada Malang Post, kemarin.

Paguyuban pencak silat campur sari bima sakti, merupakan salah kearifan budaya lokal yang dimiliki desa Donowarih khususnya dusun mboro gragal. Anggota paguyuban bahkan beragam mulai dari usia 17-60 tahun dan didampingi oleh Sutris. Dengan nama baru bima sakti memiliki makna yang cukup mendalam yakni bima berarti besar dan sakti berarti kuat.

“Makna dari nama ini secara garis besar yakni dapat membentuk keanggotaan dan kuat rasa kekeluargaanya,” ungkap Hasannudin.

Dalam pagelaran gebyar rakyat (4/8) itu, mahasiswa KKN 127 UMM menyajikan serangkaian kegiatan budaya mulai dari bantengan, drumb band karang taruna, dan aneka tarian yakni tari sandu'an, remo, hingga jaipong serta modis show.

“Paguyuban ini juga didukung oleh mayoritas tokoh budaya di sana. Kedepan, kami siap berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan budaya di sana karena merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan,” tandasnya.

Tak hanya konsen pada pengembangan paguyuban kesenian, tim KKN yang dibimbing oleh Dr Ir H Bambang Yudi Ariadi MM itu juga mengadakan berbagai pelatihan kewirausahaan. Hal ini untuk meningkatkan perekonomian warga dusun Mboro Gragal melalui bazar.

“Diakui warga memiliki potensi dalam pengembangan kelompok wanita tani. Sehingga kami juga membuat pelatihan manisan cabe, selai kulit jeruk, dan yogurt jeruk untuk meningkatkan pendapatan warga.

Selain itu, KKN 127 UMM juga merealisasikan beberapa program rehabilitas tempat sekolah dalam hal infrastruktur di SD 2 Negeri satu atap. Terdiri dari SD dan SMP, mahasiswa KKN ini melakukan pembenahan tembok dan penanaman toga. (ita/sir/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA